KUNINGAN, (VOX) – Di tengah padatnya arus mudik Lebaran 2026, Andi Gani Nena Wea turun langsung ke lapangan. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sekaligus Penasihat Kapolri itu melakukan kunjungan ke Posko Mudik KSPSI AGN di Rancaekek, Selasa (24/3/2026), untuk memastikan layanan bagi pemudik berjalan optimal.

Kunjungan ini bukan sekadar formalitas. Andi Gani datang untuk melihat langsung bagaimana relawan bekerja, sekaligus memberi suntikan semangat bagi anggota Brigade KSPSI AGN yang berjaga di lapangan.

Dalam peninjauan tersebut, ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota Brigade KSPSI AGN dan Brigade Tanggap Bencana yang tetap siaga selama arus mudik.

“Pengabdian ini patut diapresiasi. Mereka rela mengorbankan waktu bersama keluarga demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Andi Gani.

Tahun ini, KSPSI AGN mendirikan lima posko mudik yang tersebar di Karawang, Subang, Purwakarta, Sumedang, dan Cirebon. Kelima titik ini menjadi jalur strategis yang setiap tahun dipadati pemudik.

Di posko-posko tersebut, layanan yang diberikan cukup lengkap. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, minuman hangat gratis, hingga tempat istirahat yang bisa dimanfaatkan pemudik untuk melepas lelah. Di Posko Mudik Purwakarta, bahkan tersedia layanan bekam gratis bagi pemudik yang membutuhkan terapi kesehatan selama perjalanan.

Peran posko ini juga terasa saat kondisi darurat. Selama operasional, petugas menangani sejumlah insiden, termasuk kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi posko yang langsung mendapatkan pertolongan pertama. Respons cepat ini jadi bukti bahwa keberadaan posko bukan sekadar pelengkap, tapi benar-benar krusial.

Tak berhenti di situ, aspek kemanusiaan juga jadi sorotan. Beberapa pemudik yang mengalami kendala biaya perjalanan turut dibantu agar tetap bisa melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman. Di momen seperti Lebaran, bantuan kecil bisa berdampak besar.
Andi Gani menegaskan bahwa kehadiran Posko Mudik KSPSI AGN merupakan bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap masyarakat luas, khususnya pekerja dan pemudik yang membutuhkan dukungan di perjalanan.

“Kami ingin posko ini benar-benar memberikan manfaat. Semoga apa yang kami lakukan bisa membantu dan meringankan perjalanan para pemudik,” tegasnya.

Dengan arus mudik dan balik yang masih berlangsung, keberadaan posko seperti ini terasa makin relevan. Di tengah perjalanan panjang dan melelahkan, kehadiran tempat singgah yang aman, gratis, dan penuh empati jelas bukan hal kecil. Ini tentang hadir di waktu yang tepat, saat orang paling membutuhkannya.***