
KUNINGAN, (VOX) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kuningan kembali menegaskan konsistensinya dalam proses kaderisasi. Melalui Pelatihan Kader Lanjut (PKL) ke-IV yang digelar di Kebun Raya Kuningan, organisasi mahasiswa bercorak Islam moderat ini berusaha melahirkan kader intelektual progresif yang siap menghadapi tantangan zaman.
Acara pembukaan PKL ke-IV PMII Kuningan berlangsung khidmat sekaligus dinamis. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, SH, M.Kn, Kapolres Kuningan, Mabincab PMII Kuningan, serta Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Barat Rusli Hermawan. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan kuat terhadap regenerasi kaderisasi mahasiswa.
Dalam sambutannya, Ketua SC PKL ke-IV PMII Kuningan, Rizal Nurfahrozy, menegaskan bahwa kaderisasi PMII harus terus berakar pada nilai ahlussunnah waljamaah dan cita-cita Islam rahmatan lil’alamin. “Tantangan zaman akan selalu berubah, namun ruh kaderisasi harus tetap berlandaskan nilai-nilai PMII,” ujarnya.
Senada, Ketua PKC PMII Jawa Barat, Rusli Hermawan, menekankan pentingnya PKL sebagai ruang untuk memperdalam ideologi dan memperkuat analisis kritis. “PKL adalah titik balik. Kader harus mengembangkan nalar kritis untuk menjawab isu kerakyatan dan kebangsaan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan, Amih Tuti Andriani, mengapresiasi peran PMII yang konsisten mencetak kader muda berintegritas. “Kami berharap kader PMII yang mengikuti PKL mampu menjadi agen perubahan konstruktif, kritis, sekaligus mitra pemerintah daerah dalam membangun Kuningan,” tegasnya.

PKL ke-IV PMII Kuningan kali ini mengangkat tema “Konsistensi Kaderisasi untuk Mewujudkan Era Baru PMII”. Selama empat hari, para peserta akan digembleng dengan materi ideologi, politik gerakan, hingga isu-isu kebangsaan. Tujuannya jelas: melahirkan kader dengan kapasitas intelektual yang berpihak progresif pada rakyat.
Bukan sekadar agenda seremonial, PKL ke-IV ini menjadi ruang strategis untuk melahirkan generasi baru PMII yang mampu menjaga idealisme sekaligus menjawab kebutuhan sosial-politik masyarakat.***











Tinggalkan Balasan