VOXPOPULI. CO.ID – Harga sejumlah komoditas hortikultura di Kabupaten Kuningan mulai mengalami penurunan seiring meningkatnya pasokan akibat musim panen. Kondisi tersebut mendorong Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan menyiapkan langkah antisipasi agar harga di tingkat petani tidak terus merosot.

Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, mengatakan harga sayuran pada dasarnya mengikuti mekanisme pasar yang dipengaruhi oleh keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Berbeda dengan komoditas beras yang memiliki acuan harga pemerintah, komoditas hortikultura belum memiliki harga dasar sehingga fluktuasi harga menjadi hal yang wajar.

“Ketika pasokan meningkat sementara permintaan menurun, harga akan terkoreksi. Karena itu pemerintah terus memantau perkembangan harga dan menyiapkan langkah agar petani tidak dirugikan,” ujarnya kepada vox, Kamis (02/07).

Berdasarkan data Diskatan Kabupaten Kuningan, harga komoditas di tingkat produsen saat ini tercatat sebesar Rp25.000 per kilogram untuk cabai merah besar, Rp20.000 cabai merah keriting, Rp35.000 cabai rawit merah, Rp25.000 cabai rawit hijau, dan Rp30.000 untuk bawang merah (rogol).

Sementara itu, komoditas lainnya berada pada kisaran Rp4.500 per kilogram untuk tomat, Rp5.000 untuk kol dan bawang daun, serta Rp7.500 untuk buncis dan jahe sayur.

Wahyu menjelaskan saat ini berbagai sentra pertanian di Kabupaten Kuningan tengah memasuki masa panen. Meski demikian, tidak seluruh komoditas dipanen secara bersamaan karena setiap kecamatan memiliki komoditas unggulan yang berbeda.

Ia juga mengungkapkan sebagian hasil panen petani Kuningan masih dipasarkan ke luar daerah, terutama melalui jaringan pengepul menuju Cirebon dan wilayah sekitarnya. Pola distribusi tersebut menyebabkan hasil panen lebih banyak terserap oleh pasar luar daerah dibandingkan pasar lokal.

Untuk menjaga stabilitas harga, Diskatan telah berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Kuningan guna memperkuat pemasaran hasil panen petani.

Salah satu upaya yang tengah disiapkan adalah memfasilitasi penyerapan hasil panen melalui kerja sama dengan berbagai pihak sehingga distribusi lebih efisien, harga tetap stabil, dan kesejahteraan petani dapat terjaga di tengah meningkatnya produksi pada musim panen.***