KUNINGAN, (VOX) – Harapan masyarakat Desa Cilebak, Kecamatan Cilebak, untuk segera menikmati program Makan Bergizi Gratis atau MBG kini terancam pupus. Setelah sempat optimistis pasca kunjungan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar ke kecamatan tersebut dan meninjau dapur MBG, situasi justru berbalik arah.Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang sebelumnya terlibat dalam operasional dapur MBG memilih menarik seluruh aset yang menjadi miliknya.
Proses pembongkaran bahkan sudah dimulai sejak Jumat malam, 13 Februari. Tidak hanya peralatan dapur, sejumlah bagian bangunan seperti genteng yang terpasang pun disebut akan diambil kembali. Saat dikonfirmasi Vox, pihak mitra hanya menyampaikan adanya ketidaksesuaian dengan perjanjian awal bersama yayasan pengelola.
“Ada ketidaksesuaian dengan perjanjian awal, sehingga langkah ini terpaksa kami lakukan,” ujarnya singkat tanpa menjelaskan lebih jauh detail persoalan.
Kuwu Desa Cilebak, Sapja, mengaku sangat menyesalkan situasi tersebut. Ia menilai persoalan semestinya bisa diselesaikan melalui dialog terbuka tanpa harus merugikan masyarakat yang telah lama menunggu realisasi program.
“Saya sangat menyayangkan kenapa ini tidak bisa diselesaikan dengan duduk bersama. Kasihan masyarakat Desa Cilebak sudah lama menunggu. Tinggal jalan malah seperti ini,” ujar Sapja saat dihubungi Vox, Jumat malam (13/02).
Ia menegaskan akan segera melaporkan persoalan ini kepada Bupati Kuningan agar menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan Satgas MBG Kabupaten Kuningan. Menurutnya, kehadiran program MBG bukan sekadar soal distribusi makanan, tetapi menyangkut harapan warga terhadap peningkatan gizi dan kesejahteraan anak-anak di desa.
Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai tata kelola dan kesiapan implementasi program MBG di tingkat desa. Di satu sisi, komitmen pemerintah daerah telah ditunjukkan melalui kunjungan langsung dan peninjauan dapur.
Namun di sisi lain, konflik antara mitra dan yayasan justru membuka potensi terhambatnya realisasi program.Vox masih memantau perkembangan perselisihan ini dan akan terus mengabarkan setiap informasi terbaru yang diterima redaksi VoxPopuli.***





Tinggalkan Balasan