VOXPOPULI.CO.ID – Kondisi jalan di Desa Pinara, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, dikeluhkan warga karena dinilai licin, curam, dan membahayakan pengguna jalan. Masyarakat mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh, terutama di titik pengkolan bawah Ciporang menuju Jatimulya yang disebut rawan kecelakaan.

Keluhan tersebut mencuat setelah Ahmad Novaldi menyoroti kondisi jalan yang menurutnya membutuhkan penanganan serius. Ia menilai kerusakan dan kondisi permukaan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang setiap hari melintas.

Ahmad mengaku pernah mengalami kejadian nyaris celaka ketika menuruni jalan tersebut sepulang bersilaturahmi ke Desa Pinara. Saat itu, rem sepeda motor yang dikendarainya terasa sangat panas dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Dalam kondisi jalan menurun dan licin, ia hampir tergelincir hingga nyaris masuk ke jurang.

“Saya pribadi pernah hampir menjadi korban ketika melintasi jalan tersebut. Waktu itu, sepulang bersilaturahmi dari Desa Pinara, saya sedang menuruni jalan. Rem motor terasa sangat panas dan tiba-tiba tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi jalan yang licin membuat saya hampir tergelincir dan nyaris masuk ke jurang. Dari pengalaman itu, saya merasa persoalan ini tidak boleh dibiarkan terus-menerus,” ungkap Ahmad Novaldi.

Menurut Ahmad, titik pengkolan bawah Ciporang menuju Jatimulya perlu mendapatkan perhatian khusus karena kondisi jalan yang curam dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika hujan turun.

Kondisi tersebut dikhawatirkan membahayakan pengendara sepeda motor maupun pengguna kendaraan lainnya. Karena itu, ia meminta pemerintah dan instansi yang berwenang segera meninjau langsung kondisi ruas jalan tersebut.

Ia berharap penanganan tidak hanya dilakukan pada titik tertentu, tetapi juga mempertimbangkan kondisi seluruh ruas jalan Desa Pinara yang membutuhkan perbaikan.

Bagi masyarakat, akses jalan yang aman menjadi kebutuhan penting untuk menunjang mobilitas sehari-hari, termasuk perjalanan menuju desa lain dan berbagai aktivitas sosial.

Keluhan serupa disampaikan Alvina Deviyanti dan Rohaenah. Keduanya berharap pemerintah melakukan perbaikan menyeluruh melalui pengaspalan hotmix dengan kualitas yang baik.

Warga menilai kondisi jalan yang licin dan menurun menimbulkan kekhawatiran bagi pengendara. Keluhan mengenai pengendara tergelincir dan risiko gangguan pengereman saat melewati jalur menurun juga menjadi perhatian masyarakat.

Kondisi infrastruktur tersebut bahkan disebut turut memengaruhi rencana kegiatan sosial warga. Salah satu warga mengungkapkan bahwa lokasi acara pernikahan sempat dipertimbangkan untuk dipindahkan ke desa tetangga karena khawatir kondisi akses jalan menyulitkan tamu undangan menuju Desa Pinara.

Situasi tersebut menggambarkan bahwa kualitas jalan bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan berkendara, tetapi juga berpengaruh terhadap mobilitas dan aktivitas sosial masyarakat.

Ahmad Novaldi mendesak pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Kuningan, serta instansi yang berwenang menangani ruas jalan tersebut agar segera melakukan pemeriksaan lapangan dan menentukan langkah perbaikan.

Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Penanganan jangan sampai baru dilakukan setelah terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban.

Ia menegaskan, masyarakat membutuhkan solusi nyata berupa perbaikan permanen yang mempertimbangkan kondisi teknis jalan, bukan sekadar penanganan sementara.

Pengaspalan hotmix berkualitas di sepanjang ruas yang membutuhkan penanganan diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Namun, apabila perbaikan permanen belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat, warga berharap langkah pengamanan sementara segera dipertimbangkan, terutama di titik pengkolan bawah Ciporang menuju Jatimulya.

Pemasangan rambu peringatan dan penanganan permukaan jalan sesuai hasil pemeriksaan teknis juga dinilai penting untuk membantu mengurangi risiko kecelakaan.

Ahmad berharap keluhan masyarakat Desa Pinara tidak berhenti sebatas menjadi perhatian sesaat. Ia meminta adanya tindak lanjut yang jelas, mulai dari peninjauan lapangan hingga realisasi perbaikan oleh pihak yang memiliki kewenangan.

“Jangan tunggu ada korban lebih banyak lagi. Kami berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun langsung melihat kondisi jalan ini. Masyarakat membutuhkan jalan yang aman dan layak dilalui, bukan jalan yang setiap kali dilewati justru menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan,” tegasnya.

Masyarakat Desa Pinara berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan yang dikeluhkan tersebut. Perbaikan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi warga dan pengguna jalan lainnya.

Kini, warga menantikan langkah konkret dari pihak terkait, mulai dari pemeriksaan kondisi jalan hingga penentuan rencana penanganan. Perbaikan infrastruktur yang aman dan layak dinilai penting agar akses masyarakat tidak terus dibayangi kekhawatiran akan risiko kecelakaan.

(UGI)