VOXPOPULI.CO.ID Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membuka posko Dapur Air di area parkir Balong Kambang, Desa Pasawahan, Kabupaten Kuningan, untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai.

Posko tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan pertolongan dasar bagi para petugas serta relawan yang masih berjibaku memadamkan api di sejumlah titik terdampak.

Memasuki hari ketiga penanganan karhutla, Baznas tidak hanya mengerahkan personel ke lapangan, tetapi juga menyediakan layanan dukungan bagi relawan yang membutuhkan makanan, minuman, hingga obat-obatan sederhana.

Relawan yang terlibat berasal dari Baznas Kabupaten Kuningan, Baznas Provinsi Jawa Barat, Baznas Kabupaten Majalengka, Baznas Kabupaten Bandung, dan Baznas Kota Tasikmalaya. Total personel yang terlibat dalam dukungan tersebut mencapai lebih dari 20 orang.

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Baznas Kabupaten Kuningan, Asep Z. Fauzi, mengatakan keterlibatan Baznas dalam penanganan kebakaran Gunung Ciremai merupakan bagian dari tugas Baznas Tanggap Bencana (BTB).

Menurut Asep, tim BTB hadir untuk membantu masyarakat dalam berbagai situasi kebencanaan, termasuk kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan Gunung Ciremai.

“Kami di Baznas ada yang namanya Baznas Tanggap Bencana (BTB). Tim ini biasa hadir dalam berbagai bencana alam di Indonesia. Ini salah satunya,” ujar Asep, yang akrab disapa Asfa.

Melalui posko Dapur Air, Baznas menyediakan makanan, minuman, serta obat-obatan sederhana untuk membantu menjaga kebutuhan dasar para relawan selama menjalankan tugas pemadaman.

“Kami melayani para relawan yang membutuhkan minuman, makanan atau membutuhkan obat-obatan alakadarnya,” kata Asfa.

Asfa menjelaskan, dukungan terhadap penanganan karhutla juga menjadi bagian dari kontribusi Baznas dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Menurutnya, dana yang dihimpun Baznas tidak hanya digunakan untuk program sosial dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan kedaruratan akibat bencana.

“Pendistribusian zakat, infak, dan sedekah juga bisa dilakukan untuk kegiatan kedaruratan. Seperti bencana kebakaran di Gunung Ciremai ini,” tandasnya.

Kehadiran posko Dapur Air diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para relawan sehingga mereka bisa tetap menjalankan tugas di lapangan selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

Penanganan karhutla di kawasan Gunung Ciremai melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Baznas, hingga relawan dari berbagai elemen masyarakat.

Hingga hari ketiga penanganan, api masih terlihat membakar vegetasi berupa ilalang di sekitar kawasan Bukit Seribu Bintang dan Blok Seda.

Upaya pemadaman dan penanganan di lapangan terus dilakukan untuk mengendalikan kebakaran serta mencegah api meluas ke area lainnya.

Dukungan logistik dan kebutuhan dasar bagi petugas menjadi salah satu bagian penting dalam membantu kelancaran operasi penanganan karhutla di kawasan Gunung Ciremai.

Masyarakat diharapkan turut menjaga kelestarian kawasan hutan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi vegetasi yang mudah terbakar.

(UGI)