
VOXPOPULI.CO.ID – Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn., resmi mengukuhkan dan melantik Pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Kuningan periode 2026–2029. Dalam momentum tersebut, pemerintah daerah mendorong penguatan kolaborasi antarkepala sekolah, pemerataan mutu pendidikan, hingga peningkatan kualitas pembelajaran di era digital.
Pelantikan berlangsung di SMP Negeri 3 Kuningan, Senin (26/10/2026), dengan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Dr. Carlan, S.Pd., M.MPd., Kepala BKPSDM Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si., jajaran pendidikan, koordinator pengawas, Dewan Pendidikan, perwakilan Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI), serta para kepala SMP se-Kabupaten Kuningan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran MKKS sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan.
Dalam sambutannya, Tuti menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, yang belum dapat hadir karena sedang menangani penyampaian aspirasi masyarakat terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tuti kemudian membacakan sambutan Bupati yang mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus MKKS SMP periode 2026–2029 yang baru dilantik.

Menurut Bupati, amanah tersebut bukan sekadar tugas organisasi, melainkan tanggung jawab untuk ikut mendorong transformasi pendidikan pada jenjang SMP.
“MKKS bukan sekadar wadah silaturahmi antarkepala sekolah, melainkan motor penggerak strategis dalam merumuskan kebijakan operasional sekolah, meningkatkan kompetensi kepemimpinan, serta menyelaraskan mutu pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan,” demikian pesan Bupati yang disampaikan Wakil Bupati.
Pengurus MKKS diharapkan mampu memperkuat kerja sama antarsekolah sekaligus mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah pinggiran.
Selain itu, MKKS diminta aktif memberikan masukan kepada pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Peningkatan kualitas pendidikan, menurut pesan Bupati, perlu didukung oleh inovasi pembelajaran yang menyesuaikan perkembangan teknologi.
Pengurus MKKS didorong menjadi pelopor pemanfaatan pembelajaran berbasis digital agar daya saing dan prestasi siswa SMP di Kabupaten Kuningan semakin meningkat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru juga menjadi perhatian, terutama melalui pelatihan kepemimpinan manajerial serta penerapan metode pembelajaran modern.
Di sisi lain, pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai religius tetap harus menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Sekolah juga diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengembangan program Green School.
Para kepala sekolah dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan kurikulum, kemajuan teknologi, serta berbagai tantangan pendidikan di era digital.
Melalui langkah tersebut, pemerataan mutu pendidikan diharapkan tidak hanya menjadi target administratif, tetapi diwujudkan melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan pengalaman belajar siswa di setiap sekolah.
Dalam kesempatan yang sama, Tuti Andriani turut menyinggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi perhatian masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa program tersebut telah dirasakan manfaatnya oleh anak-anak, termasuk siswa yang berada di wilayah pelosok. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan pengawasan agar makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
Menurut Tuti, perhatian bersama perlu diarahkan pada pola pemberian makanan, kualitas, serta menu yang disediakan oleh mitra Badan Gizi Nasional.
“Mohon ini perlu kita dengar atau kita kaji bersama mengenai pemberian pola makan atau menu makan bergizi yang diberikan oleh mitra-mitra Badan Gizi Nasional. Itu yang harus kita perhatikan, bukan didemo, ya, harus kita awasi,” ujar Tuti.
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya evaluasi dan pengawasan dalam pelaksanaan program MBG agar manfaatnya dapat diterima secara optimal oleh anak-anak.
Pengawasan terhadap kualitas makanan dan kesesuaian menu menjadi bagian penting untuk memastikan program pemenuhan gizi berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Ketua MKKS SMP Kabupaten Kuningan periode 2026–2029, H. Irsan Fajar, S.Pd., menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah kepengurusan dengan mengedepankan kebersamaan, komunikasi, dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Irsan dikenal memiliki ketertarikan terhadap kegiatan membaca buku dan public speaking. Baginya, membaca merupakan salah satu cara memperluas wawasan, sedangkan kemampuan berbicara dan berkomunikasi menjadi modal penting untuk menyampaikan gagasan serta membangun hubungan yang efektif.
Semangat tersebut menjadi bekal dalam menjalankan peran sebagai ketua MKKS, terutama untuk menjembatani kebutuhan para kepala sekolah dan mendorong lahirnya gagasan yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.
Dalam sambutannya, Irsan memperkenalkan tiga prinsip yang akan menjadi semangat kepengurusan baru, yakni ATM, SKJ, dan OFA.
ATM dimaknai sebagai apresiasi, terima kasih, serta permohonan doa dan dukungan dari seluruh pihak. Prinsip ini menjadi bentuk penghargaan terhadap kontribusi berbagai elemen yang selama ini ikut mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Kuningan.
Sementara itu, SKJ merupakan singkatan dari sinergi, kolaborasi, dan jejaring. Ketiga unsur tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan kerja antara kepala sekolah, pemerintah daerah, dan mitra pendidikan.
Adapun OFA, kependekan dari One for All, All for One, bermakna satu untuk semua dan semua untuk satu. Prinsip ini diharapkan memperkuat persatuan kepala sekolah dalam mewujudkan pendidikan yang bermartabat.
Irsan juga mengutip ungkapan Latin, “Ubi amicitia, ibi opes. Ubi concordia, ibi victoria,” yang berarti di mana ada kawan, di sana ada kekuatan, dan di mana ada keselarasan, di sana ada kemenangan.
Ungkapan tersebut menggambarkan pentingnya kebersamaan dan keselarasan dalam menghadapi tantangan pendidikan. Setiap kepala sekolah memiliki pengalaman, kemampuan, dan gagasan yang dapat saling melengkapi untuk menghasilkan inovasi.
Melalui kepengurusan periode 2026–2029, Irsan berharap MKKS tidak hanya menjadi ruang koordinasi, tetapi juga wadah untuk melahirkan gagasan dan aksi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kuningan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, menegaskan bahwa MKKS memiliki peran strategis sebagai mitra dinas dalam menyampaikan program dan kebijakan pendidikan kepada para kepala sekolah.
Menurutnya, keberadaan MKKS mempermudah koordinasi dan komunikasi sehingga penyampaian kebijakan dapat dilakukan secara lebih efektif.
“Kalau ada apa-apa, kita tidak usah menghubungi satu per satu kepala sekolah. Mereka jadi corong program, kebijakan untuk membantu berkolaborasi dan bersinergi. Intinya itulah,” kata Carlan.
Ia berharap kepengurusan MKKS yang baru dapat bekerja lebih optimal dengan tetap mempertahankan hal-hal baik yang telah dilakukan oleh kepengurusan sebelumnya.
“Ya, lebih optimal lah, ya. Lebih baik daripada yang sebelumnya, mempertahankan apa yang baik di masa lalu, melanjutkan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kesinambungan program dan penguatan kerja sama menjadi bagian penting dalam menjaga efektivitas koordinasi pendidikan di Kabupaten Kuningan.
Pengukuhan pengurus MKKS SMP Kabupaten Kuningan periode 2026–2029 diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat koordinasi antarkepala sekolah, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pendidikan, serta mendorong pemerataan kualitas pembelajaran.
Sinergi antara MKKS, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dinilai penting untuk menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Dengan kolaborasi yang kuat, inovasi pembelajaran, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta penguatan karakter siswa, pendidikan di Kabupaten Kuningan diharapkan semakin unggul dan bermartabat, sejalan dengan semangat Kuningan Melesat.
(UGI)












Tinggalkan Balasan