
VOXPOPULI.CO.ID – Kunjungan jajaran Komisi V DPR RI ke Kabupaten Kuningan membawa harapan besar bagi percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk sektor pelayanan air minum. Direktur Utama PAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan menyebut dukungan dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah timur yang selama ini menjadi daerah rawan kekeringan.
Menurutnya, cakupan pelayanan air minum perpipaan di Kabupaten Kuningan saat ini masih berada di angka sekitar 20 persen. Angka tersebut masih jauh dari target nasional yang menargetkan cakupan layanan mencapai 80 persen.
“Harapan besar kami, kunjungan pimpinan dari DPR RI ini bisa memberikan dorongan yang signifikan terhadap percepatan pembangunan, khususnya sistem pelayanan air minum di Kabupaten Kuningan. Karena cakupan pelayanan saat ini masih 20 persen dan masih jauh dari target nasional 80 persen. Jadi perlu big push atau dorongan besar dari berbagai pihak,” ujar Ukas Suhafaputra, Kamis (18/06).
Ia menilai kehadiran Komisi V DPR RI menjadi angin segar karena para pemangku kebijakan di tingkat pusat dapat melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat Kuningan, terutama terkait akses air bersih.
PAM Tirta Kamuning saat ini tengah mendorong pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang memanfaatkan sumber air dari Bendung Kuningan untuk melayani wilayah timur Kabupaten Kuningan. Kawasan tersebut meliputi Kecamatan Cibingbin, Cimahi, dan Cibeureum yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai daerah yang paling rentan mengalami kekeringan saat musim kemarau.

“Kebutuhan utama kita saat ini adalah menyediakan air bersih untuk desa-desa dan kecamatan yang selama ini dikenal sebagai wilayah paling banyak mengalami kekeringan. Wilayah timur seperti Cibingbin, Cimahi, dan Cibeureum memang cenderung menjadi daerah yang sangat kering,” katanya.
Ia menjelaskan, apabila program pengembangan SPAM Bendung Kuningan tersebut dapat direalisasikan, manfaat yang dirasakan masyarakat akan sangat besar. Selain memperluas cakupan pelayanan air minum, program itu juga akan menjawab kebutuhan mendesak masyarakat yang selama ini harus bergantung pada bantuan air bersih menggunakan mobil tangki.
Selama dua tahun terakhir, PAM Tirta Kamuning tercatat harus menyalurkan antara 900 ribu hingga satu juta liter air bersih setiap tahun untuk membantu warga terdampak kekeringan. Sebagian besar distribusi bantuan tersebut diarahkan ke wilayah timur yang hingga kini belum terjangkau jaringan perpipaan.
“Dalam dua tahun terakhir, kebutuhan bantuan air bersih saat musim kemarau mencapai sekitar 900 ribu sampai satu juta liter per tahun. Konsumsi terbesar memang berada di wilayah timur yang belum memiliki jaringan perpipaan,” ungkapnya.
Melalui program yang diusulkan kepada pemerintah pusat dan Komisi V DPR RI tersebut, PAM Tirta Kamuning menargetkan pelayanan air bersih dapat menjangkau tiga kecamatan yakni Cimahi, Cibingbin, dan Cibeureum. Sedikitnya 12 desa diproyeksikan akan menerima manfaat dengan target sekitar 10.000 sambungan rumah.
“Program yang kami usulkan adalah pelayanan air minum untuk masyarakat di tiga kecamatan yaitu Cimahi, Cibingbin, dan Cibeureum dengan cakupan 12 desa. Proyeksi layanan yang akan dibangun mencapai 10.000 sambungan rumah,” jelasnya.
Pihaknya optimistis apabila program tersebut mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat, maka paling lambat pada tahun 2028 masyarakat di wilayah timur Kuningan dapat menikmati layanan air bersih yang lebih baik dan tidak lagi kesulitan memperoleh air saat musim kemarau tiba.
“Jika ini terwujud, paling lambat tahun 2028 masyarakat wilayah timur akan lebih lega menghadapi musim kemarau. Mereka tidak lagi harus antre membawa jerigen untuk mendapatkan air bersih. Kami berharap ada percepatan realisasi program ini,” pungkasnya.***












Tinggalkan Balasan