KUNINGAN, VOX – Pemerintah Kabupaten Kuningan menunjukkan keseriusannya dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait kondisi ruas jalan Tundagan–Cageur yang mengalami kerusakan di sejumlah titik. Menyusul keluhan warga yang ramai disampaikan kepada pemerintah, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U Kusmana, turun langsung meninjau lokasi pada Selasa (2/6/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna kendaraan yang melintas setiap hari. Ruas jalan tersebut merupakan jalur penghubung penting bagi beberapa desa di wilayah Kecamatan Darma dan Hantara.

Dalam kunjungan tersebut, U Kusmana didampingi Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Teddy Sukmajayadi, anggota DPRD Kabupaten Kuningan Toto Tohari, unsur kecamatan serta pemerintah desa setempat.

Menurut U Kusmana, dirinya mendapat arahan langsung dari Bupati Kuningan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengecek sejauh mana penanganan yang telah dilakukan terhadap ruas jalan tersebut.

“Hari ini saya mendapat arahan dari Pak Bupati untuk melihat langsung kondisi jalan dari wilayah Cageur, Bunigeulis hingga Tundagan. Setelah dilakukan pengecekan, memang masih ada beberapa titik yang mengalami kerusakan dan belum mendapatkan penanganan,” ujar U Kusmana.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas PUTR, sebagian besar ruas jalan sebenarnya telah diperbaiki pada tahap sebelumnya. Namun masih terdapat sekitar 200 hingga 300 meter jalan yang belum tersentuh pembangunan sehingga kondisinya masih memerlukan penanganan lebih lanjut.

Pemerintah daerah, lanjutnya, telah memasukkan sisa ruas jalan yang rusak tersebut ke dalam rencana pembangunan lanjutan. Saat ini prosesnya masih berada pada tahapan teknis, mulai dari penyusunan dokumen perencanaan, perhitungan kebutuhan anggaran hingga proses administrasi yang menjadi syarat pelaksanaan proyek.

“Informasi dari Dinas PUTR, ruas jalan yang tersisa ini sudah masuk dalam program pembangunan. Saat ini sedang dilakukan penghitungan kebutuhan teknis dan anggaran. Insyaallah pekerjaan fisiknya dapat dimulai pada bulan Juli mendatang,” katanya.

U Kusmana memahami harapan masyarakat yang menginginkan perbaikan segera dilakukan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa setiap proyek pembangunan pemerintah harus mengikuti mekanisme dan prosedur yang telah ditetapkan agar pelaksanaannya berjalan sesuai aturan.

Menurutnya, proses pembangunan infrastruktur tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui tahapan perencanaan yang matang, penyusunan dokumen teknis, serta penganggaran sebelum pekerjaan dimulai.

“Kami memahami keresahan masyarakat. Pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan ini, tetapi seluruh tahapan harus dilalui sesuai ketentuan yang berlaku. Kami mohon masyarakat bersabar dan terus mendukung proses yang sedang berjalan,” ujarnya.

Selain meninjau kondisi jalan, Sekda juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Infrastruktur jalan dinilai memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang mengandalkan sektor pertanian.

Akses jalan yang baik tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga memperlancar distribusi hasil pertanian serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi agar pembangunan infrastruktur berjalan sesuai rencana. Fokus kami adalah menghadirkan jalan yang lebih baik untuk menunjang kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Kehadiran Sekda di lokasi mendapat sambutan positif dari warga yang selama ini menunggu kepastian terkait perbaikan jalan tersebut. Masyarakat berharap realisasi pembangunan dapat segera dilakukan sehingga aktivitas sehari-hari tidak lagi terganggu oleh kondisi jalan yang rusak.

Sebelumnya, warga mengeluhkan kerusakan jalan Tundagan–Cageur yang dinilai semakin parah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Selain itu, kondisi tersebut juga dianggap menghambat mobilitas masyarakat serta kendaraan pengangkut hasil pertanian yang rutin melintas di jalur tersebut.

Dengan adanya peninjauan langsung dari pemerintah daerah, warga kini berharap proses perbaikan dapat berjalan sesuai target yang telah disampaikan. Pemerintah Kabupaten Kuningan pun optimistis pekerjaan fisik dapat dimulai pada Juli 2026 sehingga akses jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat kembali berfungsi optimal.

“Insyaallah apabila seluruh tahapan berjalan lancar, pekerjaan akan dimulai pada bulan Juli. Kami berharap masyarakat terus mengawal dan mendukung pembangunan ini demi kepentingan bersama,” pungkas U Kusmana.

Langkah cepat pemerintah meninjau langsung lokasi kerusakan menjadi sinyal bahwa aspirasi masyarakat mendapat perhatian serius. Perbaikan ruas jalan Tundagan–Cageur diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di Kecamatan Darma dan sekitarnya.***