VOXPOPULI.CO.ID – Kelompok 5 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif resmi memulai kegiatan pengabdian kepada masyarakat setelah diterima Pemerintah Desa Kutakembaran, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Kamis (16/7/2026). Penerimaan tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan program KKN Kolaboratif Perguruan Tinggi se-Kabupaten Kuningan Tahun 2026.

Sebelum diterjunkan ke desa masing-masing, seluruh peserta KKN Kolaboratif mengikuti pelepasan yang digelar di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kuningan pada 15 Juli 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., sebagai tanda dimulainya pengabdian mahasiswa di berbagai desa.

Dalam arahannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar berharap mahasiswa mampu menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia menegaskan, KKN tahun ini diarahkan untuk mendukung percepatan pembangunan desa melalui tiga fokus utama.

“Saya berharap pelaksanaan KKN tahun ini dapat memberikan kontribusi nyata melalui tiga fokus utama, yaitu percepatan penanganan stunting, pengelolaan sampah yang berkelanjutan, serta penguatan UMKM sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Bupati.

Prosesi penerimaan mahasiswa KKN Kelompok 5 berlangsung di Aula Desa Kutakembaran dan dihadiri Kepala Desa Kutakembaran S. Anton Wiradjijaya beserta perangkat desa, guru SD dan PAUD, bidan desa, anggota Linmas, tokoh agama, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Nana Sutarna, M.Pd., serta seluruh mahasiswa peserta KKN.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Nana Sutarna secara resmi menyerahkan mahasiswa kepada Pemerintah Desa Kutakembaran untuk melaksanakan pengabdian selama satu bulan. Ia berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater, menghormati adat istiadat masyarakat, serta melaksanakan setiap program kerja dengan penuh tanggung jawab.

“Kami menitipkan mahasiswa KKN Kolaboratif Kelompok 5 kepada Pemerintah Desa Kutakembaran. Semoga mereka dapat menjaga nama baik perguruan tinggi, menghormati nilai dan norma yang berlaku di masyarakat, serta melaksanakan setiap program kerja dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kutakembaran S. Anton Wiradjijaya menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Kolaboratif. Menurutnya, sinergi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan desa.

“Kami menerima dengan senang hati kehadiran mahasiswa KKN Kolaboratif Kelompok 5 di Desa Kutakembaran. Semoga kehadiran adik-adik mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi pengalaman yang berharga bagi seluruh peserta KKN,” ungkapnya.

Kelompok 5 KKN Kolaboratif terdiri dari 19 mahasiswa yang berasal dari enam perguruan tinggi, yaitu Universitas Kuningan (UNIKU), Universitas Islam Al-Ihya Kuningan (UNISA), Universitas Muhammadiyah Kuningan (UMK), Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI), Politeknik Kesehatan KMC, dan STAIKU. Kelompok tersebut diketuai oleh Ahmad Fauzi.

Selama masa pengabdian, mahasiswa akan menjalankan berbagai program di bidang kesehatan, pendidikan formal dan nonformal, pengelolaan sampah, pengembangan potensi lokal desa, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Program-program tersebut disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung tema KKN Kolaboratif Tahun 2026, yakni Peningkatan Literasi Masyarakat Pedesaan melalui Pemberdayaan menuju Desa Unggul, Sehat, Produktif, Mandiri, dan Berdampak.

Melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi bersama Pemerintah Desa Kutakembaran, Kelompok 5 KKN Kolaboratif diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.***