
KUNINGAN, (VOX) – Santri bukan sekadar identitas keagamaan, melainkan simbol perjuangan yang melekat kuat dalam sejarah bangsa. Dari masa penjajahan hingga era kemerdekaan, para santri berdiri di garis depan, mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya agama dan keutuhan tanah air. Kini, di Hari Santri 2025, semangat itu tidak boleh padam.
Dulu, para santri berjuang dengan senjata dan keberanian. Sekarang, perjuangan itu kita lanjutkan dengan ilmu, iman, dan keteguhan hati. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, santri memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi penggerak perubahan dan pencipta masa depan yang lebih baik.
“Santri adalah pejuang yang telah terukir dalam sejarah, dari masa lalu hingga masa kini. Dulu mereka berdiri di garis depan membela tanah air dan agama, kini kita meneruskan semangat juang itu sebagai penggerak perubahan dan pencipta masa depan yang lebih baik,” ungkap Alan Suwgiri, Wakil Bendahara LPNU Jawa Barat, dalam refleksi Hari Santri tahun ini.
Alan menegaskan bahwa nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap ilmu yang tertanam di pesantren adalah bekal utama bagi santri untuk menghadapi era modern. “Dengan ilmu, iman, dan keteguhan, mari lanjutkan perjuangan ini untuk kemajuan bangsa dan umat,” lanjutnya.
Hari Santri menjadi momentum untuk merefleksikan kembali peran strategis santri dalam pembangunan nasional. Dalam konteks kekinian, santri dituntut untuk tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga teknologi, ekonomi, dan sosial. Kombinasi antara spiritualitas dan intelektualitas inilah yang akan menjadi kunci bagi kebangkitan generasi santri Indonesia.

“Santri pengawal warisan perjuangan, penggerak masa depan gemilang. Dengan ilmu, iman, dan keteguhan, mari menyambung juang untuk merangkul masa depan yang cerah,” ujar Alan menutup pesannya.
Sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama, LPNU Jawa Barat terus berkomitmen mendukung peran santri dalam penguatan ekonomi umat dan pemberdayaan masyarakat. Perjuangan santri hari ini bukan lagi di medan perang, tetapi di medan ilmu, inovasi, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Dengan semangat Hari Santri 2025, santri diharapkan menjadi pelopor kemajuan yang tidak hanya menjaga warisan perjuangan masa lalu, tetapi juga menyalakan obor harapan masa depan.***











Tinggalkan Balasan