
VOXPOPULI.CO.ID – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa persoalan eceng gondok di Waduk Darma tidak boleh dianggap remeh. Hal itu disampaikannya saat memimpin kegiatan bersih-bersih eceng gondok yang melibatkan lebih dari 300 peserta dari berbagai unsur lintas sektoral di Waduk Darma, Sabtu (13/6).
Menurut Dian, eceng gondok merupakan gulma dengan daya adaptasi, daya sebar, dan daya rusak yang sangat tinggi. Jika dibiarkan berkembang tanpa pengendalian, tanaman tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas air, kerusakan ekosistem, hingga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada keberadaan Waduk Darma.
“Eceng gondok ini jangan dianggap remeh. Kalau masyarakat tidak peduli dan pihak-pihak terkait juga tidak peduli, nanti Waduk Darma tinggal nama karena terjadi pendangkalan yang luar biasa,” tegas Dian.
Ia menjelaskan, eceng gondok memiliki kemampuan berkembang biak secara vegetatif maupun generatif sehingga pertumbuhannya sangat cepat dan sulit dikendalikan. Karena itu, penanganan tidak bisa dilakukan secara sporadis atau hanya bersifat seremonial.
Pemerintah Kabupaten Kuningan, kata Dian, akan menjalankan pembersihan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dan manfaat ekonomi dari keberadaan Waduk Darma.

“Saya tekankan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Semua yang terkait, termasuk pelaku usaha yang menikmati keuntungan dari wisata Waduk Darma, harus ikut bertanggung jawab. Termasuk Jasa Tirta, komunitas, dan pihak lainnya,” ujarnya.
Dian memperkirakan jika upaya pembersihan dilakukan secara konsisten dan masif, dalam satu hingga dua bulan kondisi Waduk Darma dapat kembali membaik. Untuk memastikan program berjalan efektif, ia telah menugaskan Asisten Daerah II sebagai koordinator harian dan meminta laporan perkembangan setiap minggu.
“Saya ingin ini terus masif, bukan seremonial saja. Saya akan evaluasi setiap minggu sampai tuntas,” katanya.

Selain mengapresiasi dukungan berbagai pihak, Dian juga menyampaikan terima kasih kepada komunitas, instansi, dan lembaga yang telah membantu menyediakan alat berat, truk pengangkut, hingga motor boat untuk mempercepat proses pembersihan.
Ia bahkan membuka kemungkinan meminta bantuan tambahan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat apabila penanganan eceng gondok memerlukan dukungan yang lebih besar.
Dalam kesempatan tersebut, Dian juga menyoroti pentingnya tanggung jawab sosial para pelaku usaha. Ia mengingatkan bahwa keuntungan ekonomi yang diperoleh dari kawasan Waduk Darma harus diimbangi dengan kepedulian terhadap lingkungan dan fasilitas publik.
“Saya akan evaluasi juga yang bisnis ini, yang ambil cuannya saja tanpa perhatian yang setimpal. Jangan semua dibebankan ke pemerintah dan APBD. Kita harus membangun kesadaran kolektif para pengusaha,” tegasnya.
Tak hanya soal lingkungan, Dian turut menyinggung kerusakan jalan akibat kendaraan bertonase berlebih yang melintas di sejumlah ruas jalan desa, kecamatan, dan kabupaten. Ia mengaku telah memerintahkan Dinas Perhubungan untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap kendaraan yang melanggar aturan tonase.
“Saya sangat mendukung investasi, tetapi jangan sampai investasinya merugikan masyarakat. Jangan sampai kita susah payah memperbaiki jalan, satu atau dua minggu kemudian rusak lagi karena dihantam truk dengan tonase yang tidak sesuai,” katanya.
Dian berharap seluruh elemen masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga media massa dapat bersama-sama mengawal upaya penyelamatan Waduk Darma sebagai ikon wisata, sumber penghidupan masyarakat, dan aset lingkungan strategis Kabupaten Kuningan.
“Ini bukan hanya masalah Kecamatan Darma atau Jasa Tirta saja. Ini masalah kita semua,” pungkasnya.***












Tinggalkan Balasan