KUNINGAN (VOX) – Antusiasme luar biasa mewarnai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) “Padaringan” 2026 edisi ketiga di Desa Kasturi, Kecamatan Kuningan, Rabu (25/2/2026). Ratusan warga memadati lokasi sejak pagi hari demi mendapatkan bahan pokok dengan harga jauh lebih terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan Ramadan 1447 H.
Program yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan (Diskatan) ini menjadi bukti konkret upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sembako menjelang Idulfitri.
Kehadiran langsung Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, semakin menambah semangat warga. Turut mendampingi, Hj. Ela Helayati selaku Ketua Tim Penggerak PKK dan Ny. Yati U. Kusmana, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kuningan.
Di sela kegiatan, Bupati Dian Rachmat Yanuar berinteraksi langsung dengan warga. Bahkan, ia secara spontan memberikan bantuan uang belanja kepada warga lanjut usia sebagai bentuk kepedulian.
Menurutnya, GPM merupakan langkah konkret untuk mengantisipasi lonjakan harga jelang Lebaran.
“Kita menyiapkan bahan hampir 6,5 ton rata-rata. Yang membuat saya bahagia, masyarakat merasa sangat terbantu, karena di tengah Ramadan dan Lebaran biasanya harga sembako melonjak,” ujarnya.
Ia memastikan harga kebutuhan pokok dalam GPM lebih murah dibandingkan harga pasar, sehingga diharapkan mampu menekan laju inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Kepala Diskatan, Wahyu Hidayah, menjelaskan bahwa GPM menyalurkan rata-rata 6,5 ton bahan pangan secara terukur di setiap titik pelaksanaan.
Ia juga memaparkan filosofi nama “KASTURI”, yakni singkatan dari Kebutuhan yang Aman, Stabil, Terjangkau, dan Inklusif bagi Rakyat. Filosofi tersebut menjadi semangat utama dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat Kabupaten Kuningan.
Kuwu Desa Kasturi, Edi Kosasih, mengungkapkan bahwa program ini sudah lama dinantikan warga.
“Begitu ada informasi GPM, langsung kami sampaikan ke warga. Alhamdulillah, responsnya sangat luar biasa,” ujarnya.
Salah seorang warga mengaku selisih harga sembako cukup signifikan dibandingkan harga pasar. Penghematan tersebut dinilai sangat membantu untuk kebutuhan rumah tangga selama satu bulan penuh.
Program GPM Padaringan 2026 merupakan hasil kolaborasi lintas perangkat daerah dan lembaga terkait, di antaranya:
- Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopdagperin)
- Perum Bulog
- Badan Pangan Nasional
Selain GPM di tingkat desa, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) di sejumlah pasar tradisional guna menetralisir harga dan menjaga stabilitas pasokan pangan.
GPM Padaringan 2026 dilaksanakan setiap hari pukul 09.00–11.00 WIB dengan jadwal sebagai berikut:
Februari 2026:
- Kamis, 26 Februari – Desa Babakanreuma (Sindangagung)
- Jumat, 27 Februari – Desa Panawuan (Cigandamekar)
- Sabtu, 28 Februari – Desa Singkup (Japara)
Maret 2026:
- Senin, 02 Maret – Desa Ragawacana (Kramatmulya)
- Selasa, 03 Maret – Desa Pangkalan (Ciawigebang)
- Rabu, 04 Maret – Desa Susukan (Cipicung)
- Kamis, 05 Maret – Desa Cipancur (Kalimanggis)
- Jumat, 06 Maret – Desa Sindang (Lebakwangi)
- Sabtu, 07 Maret – Desa Parakan (Maleber)
- Senin, 09 Maret – Desa Cileuya (Cimahi)
- Selasa, 10 Maret – Desa Citiusari (Garawangi)
- Rabu, 11 Maret – Desa Sembawa (Jalaksana)
Dengan rangkaian tersebut, GPM Padaringan 2026 diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, menekan inflasi, serta memastikan masyarakat Kabupaten Kuningan dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan lebih tenang dan terjangkau.***





Tinggalkan Balasan