
KUNINGAN(VOX) – UPT Pemadam Kebakaran pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kuningan kembali mencatatkan kinerja yang menyita perhatian publik sepanjang 2025. Berdasarkan data resmi, Damkar menangani 56 kejadian kebakaran dengan total kerugian material mencapai Rp4.834.194.000. Di luar itu, ratusan operasi penyelamatan nonkebakaran juga dilakukan, mulai dari evakuasi sarang tawon hingga penanganan binatang liar, pohon tumbang, longsor, dan banjir di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan.
Sepanjang tahun, evakuasi sarang tawon menjadi aktivitas paling dominan dengan 470 penanganan. Penanganan binatang liar atau berbahaya tercatat 178 kali, penanganan pohon tumbang 57 kali, serta penanganan longsor, banjir, dan tumpahan oli sebanyak 44 kejadian. Damkar juga melakukan 97 evakuasi dan penyelamatan korban, serta 74 kali pelepasan cincin yang kerap melibatkan kondisi darurat warga.
Aspek pencegahan turut menjadi perhatian. Sepanjang 2025, damkar melaksanakan edukasi pencegahan kebakaran pada anak usia dini sebanyak 96 kegiatan dan sosialisasi pencegahan bahaya kebakaran sebanyak 27 kegiatan. Di sisi pengamanan, kegiatan PAM tercatat 80 kali. Intensitas edukasi ini dinilai strategis untuk menekan risiko kebakaran di masa depan, terutama di kawasan permukiman padat dan fasilitas publik.
Di tengah padatnya beban tugas tersebut, Damkar Kuningan justru menjelma menjadi salah satu OPD yang paling banyak mendapat pujian dari netizen dan masyarakat. Respons cepat, hadir tanpa mengenal jam kerja, serta kesigapan membantu persoalan warga sekecil apa pun membuat Damkar kerap disebut sebagai pelayanan publik yang “tidak banyak alasan dan langsung turun tangan”. Apresiasi ini ramai disampaikan warga melalui media sosial maupun secara langsung di lapangan.
Dibawah komando Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kuningan, Andri Arga Kusumah, SE, arah pelayanan tanpa batas sangat terlihat menjadi komitmen institusinya. Limpahan kepercayaan dan apresiasi publik menjadi penyemangat tersendiri bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

Data 2025 sekaligus menegaskan peran Damkar sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat, bukan sekadar pemadam kebakaran. Dengan kerugian kebakaran yang menembus Rp4,8 miliar dan ratusan operasi penyelamatan yang berhasil ditangani, Damkar Kuningan kini dipandang sebagai simbol kehadiran negara yang responsif, sigap, dan berpihak pada keselamatan warga.
Rekapitulasi tersebut sekaligus menjadi alarm bagi semua pihak tak terkecuali Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan. Beban kerja damkar yang tinggi menuntut penguatan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia agar respons tetap cepat dan tepat. Dengan kerugian kebakaran yang menembus Rp4,8 miliar dan ratusan operasi penyelamatan, data 2025 memberi pesan jelas bahwa pencegahan adalah investasi keselamatan paling rasional, murah, dan manusiawi.***











Tinggalkan Balasan