
KUNINGAN,(VOX) – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa gerakan “Bersepeda” bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan instrumen strategis untuk mendorong perubahan budaya masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin langsung rangkaian aksi sosial di Alun-alun Desa Cilimus, Kecamatan Cilimus, Jumat (17/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati hadir didampingi Wakil Bupati Kuningan, Sekretaris Daerah, para asisten daerah, staf ahli, serta jajaran kepala perangkat daerah. Turut hadir pula Camat Cilimus beserta Forkopimcam, unsur TNI-Polri, prajurit Yonif 839, tokoh masyarakat, TP PKK, serta elemen pemuda dan masyarakat.

Gerakan “Bersepeda” merupakan akronim dari Bersih, Sehat, Peduli, dan Damai, yang kini menjadi empat pilar utama dalam membangun karakter dan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Kuningan.
Di hadapan warga dan jajaran perangkat daerah, Bupati Dian menekankan bahwa setiap pilar memiliki arah dan target yang jelas:
– Bersih: mendorong pembenahan lingkungan secara kolektif dan berkelanjutan.

– Sehat: membudayakan pola hidup aktif sebagai kebutuhan, bukan sekadar kegiatan sesaat.
– Peduli: memperkuat jaring pengaman sosial melalui aksi nyata dan gotong royong.
– Damai: menjaga kondusivitas wilayah melalui harmoni sosial yang berkelanjutan.
“Ini adalah gerakan kolektif. Kita ingin nilai Bersih, Sehat, Peduli, dan Damai ini benar-benar hidup dan menjadi kebiasaan di setiap desa,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, aspek kebersihan wilayah Cilimus menjadi perhatian khusus. Sebagai salah satu pintu masuk utama dari arah utara, kawasan ini dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk kesan awal terhadap Kabupaten Kuningan.
Bupati menegaskan pentingnya komitmen bersama, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, untuk menjaga kebersihan dan estetika wilayah.
“Pembangunan tidak akan berarti tanpa budaya merawat. Cilimus adalah wajah depan Kuningan, sehingga standar kebersihannya harus benar-benar dijaga,” tegasnya.
Nilai Peduli dalam gerakan ini diwujudkan melalui program GEMA SADULUR, yang menyasar kelompok rentan seperti lansia dan warga yang membutuhkan perhatian sosial.
Melalui program ini, Bupati mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan berbagi sebagai fondasi memperkuat solidaritas sosial.
“Ketika kepedulian tumbuh, maka kedamaian akan mengikuti. Kita mulai dari langkah sederhana, seperti sedekah yang dilakukan secara ikhlas dan berkelanjutan,” tambahnya.
Bupati Dian berharap gerakan “Bersepeda” tidak berhenti sebagai agenda rutin, melainkan berkembang menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat.
“Target kita bukan sekadar program, tetapi perubahan perilaku. Ketika bersih, sehat, dan peduli sudah menjadi kebiasaan, maka suasana damai akan tercipta dengan sendirinya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cilimus, H. Mulyadin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati dan jajaran di wilayahnya. Ia menilai kegiatan Jumat Bersepeda membawa energi positif bagi masyarakat.
“Kami atas nama pemerintah desa mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati beserta jajaran. Mudah-mudahan ini membawa keberkahan bagi masyarakat Cilimus,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa masyarakat bersama unsur TNI, termasuk prajurit Yonif 839, telah melaksanakan kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) sebagai bagian dari mendukung gerakan tersebut.
“Mudah-mudahan kegiatan bersih-bersih ini bisa terus dilaksanakan secara rutin, tidak hanya saat ada kegiatan saja,” tambahnya.
Selain itu, ia turut menyampaikan harapan agar penataan kawasan Taman Cilimus dapat menjadi perhatian ke depan guna meningkatkan kenyamanan dan estetika wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan daerah, seraya mengakui masih adanya sejumlah pekerjaan rumah yang terus diupayakan penyelesaiannya, termasuk perbaikan infrastruktur.
“Dengan dukungan dan doa masyarakat, insyaallah berbagai persoalan di Kabupaten Kuningan bisa kita selesaikan bersama,” pungkasnya.***









Tinggalkan Balasan