VOXPOPULI.CO.ID – Pencegahan stunting tak selalu harus dimulai dari program besar. Dari tingkat desa, edukasi tentang gizi dan kesehatan justru bisa langsung menyentuh keluarga. Hal itu dilakukan mahasiswa KKN Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan Kelompok 05 Desa Linggasana melalui kegiatan Semarak Posyandu, Selasa (19/08/2026).

Kegiatan yang digelar bersama Pemerintah Desa Linggasana, Puskesmas Linggarjati, kader PKK dan Posyandu tersebut diisi dengan edukasi pencegahan stunting serta gerakan gemar makan ikan.

Mahasiswa KKN tidak hanya mengajak masyarakat memahami pentingnya asupan gizi, tetapi juga mendorong kesadaran keluarga untuk lebih memperhatikan tumbuh kembang anak dan menerapkan pola hidup sehat.

Kepala Desa Linggasana Hj. Henny Rosdiana, S.H., S.Sos., M.Si. menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai program yang digagas mahasiswa KKN memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Inisiatif dari anak-anak KKN ini sangat inspiratif bagi masyarakat. Dalam kesempatan ini, desa juga membantu dan mendukung setiap pelaksanaan KKN di Linggasana. Kami berharap dengan adanya program Semarak Posyandu ini dapat mengedukasi masyarakat dan mencegah stunting khususnya, serta mewujudkan masyarakat yang sehat dan bersih,” ungkap Henny.

Apresiasi serupa disampaikan Camat Cilimus Ade Bunyamin, S.E., M.Si. Menurutnya, Semarak Posyandu menunjukkan adanya sinergi antara mahasiswa dengan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat baik untuk desa dan masyarakat. Kegiatan ini juga baik karena sinergi antara mahasiswa dan desa sangat erat, sehingga saling berkaitan dengan visi dan misi serta tujuan desa. Kami berharap kegiatan seperti ini selalu berlanjut ke depannya untuk menjadikan generasi muda bangsa menuju Indonesia Emas,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua PKK Desa Linggasana sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Partai NasDem, Dewi Anggraeni Firdaus, S.E., S.Pd., turut memberikan edukasi mengenai peran keluarga dalam menjaga kesehatan dan pemenuhan gizi.

Dewi yang merupakan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan sekaligus Wakil Ketua Bapemperda menekankan bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Menurutnya, keluarga menjadi lingkungan pertama yang berperan dalam memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, tumbuh dan berkembang secara optimal serta terbiasa menjalani pola hidup sehat.

Ia juga mendorong agar edukasi kesehatan melalui Posyandu tidak hanya dilakukan sesekali. Kegiatan yang konsisten dinilai penting agar pengetahuan masyarakat mengenai gizi dan kesehatan dapat benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Linggarjati apt. Rizal Zam’an, S.Farm. mengatakan Semarak Posyandu menjadi sarana edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam memahami persoalan kesehatan, gizi dan stunting.

“Kegiatan Semarak Posyandu ini sangat mengedukasi untuk masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkelanjutan dan konsisten di desa, satu bulan sekali. Pada akhirnya, kami berharap permasalahan stunting, gizi, dan kesehatan di Desa Linggasana ini dapat teratasi,” ujarnya.

Ketua KKN Kelompok 05 Desa Linggasana, Ozan Fauzan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan Semarak Posyandu ini, kami dari KKN Kelompok 05 ingin memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat Desa Linggasana. Edukasi mengenai pencegahan stunting dan gemar makan ikan kami harapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik bagi pertumbuhan dan kesehatan keluarga,” ungkap Ozan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, Puskesmas Linggarjati dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Semarak Posyandu di Desa Linggasana diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih berkelanjutan antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, mahasiswa dan masyarakat.

Sebab, pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan penanganan ketika masalah sudah muncul. Edukasi keluarga, pemenuhan gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak dan kebiasaan hidup sehat menjadi langkah yang perlu dilakukan secara bersama-sama sejak tingkat desa.***