
VOXPOPULI.CO.ID – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar akhirnya berziarah ke makam Pangeran Ramajaksa dan Patilasan Dipati Ewangga di Kelurahan Winduherang, Kecamatan Cigugur, Senin (31/8/2026).
Bupati datang didampingi Wakil Bupati Kuningan, Sekda, Forkopimda dan jajaran lainnya. Rombongan terlebih dahulu berziarah ke makam Ramajaksa, kemudian melanjutkan ke Patilasan Dipati Ewangga sebelum bertolak menuju makam Sunan Gunung Jati di Cirebon.
Kedatangan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa agenda ziarah ke makam Ramajaksa memang tetap dilakukan Bupati, setelah sebelumnya sempat menjadi perbincangan karena dirinya belum terlihat hadir di makam tersebut.
Sebelumnya, pada hari yang sama Bupati Dian diketahui memiliki agenda ke Jakarta dan Bali untuk menjalankan agenda pemerintahan sekaligus menerima sejumlah penghargaan bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Bupati Dian mengatakan, ziarah ke makam para leluhur merupakan tradisi yang dilakukan setiap tahun. Selain mendoakan para pendahulu, ziarah juga menjadi momentum untuk meneladani perjuangan mereka.

“Pertama, menghormati para arwah leluhur, mendoakan almarhum-almarhum senior kita yang telah berbuat kebaikan untuk kabupaten kita, untuk daerah kita,” kata Dian.
Ia menambahkan, generasi saat ini harus meneruskan perjuangan para pendahulu dengan cara yang baik agar hubungan dengan sejarah tetap terjaga.
Sementara itu, Lurah Winduherang Eman Sulaeman menegaskan bahwa kedatangan Bupati ke makam Ramajaksa bukan semata-mata karena adanya kekecewaan masyarakat. Menurutnya, agenda tersebut memang sudah direncanakan dan hanya menunggu waktu yang tepat di tengah padatnya rangkaian kegiatan Hari Jadi Kuningan.

“Bupati bukan tidak mau ke sini. Saya memberikan edukasi ke masyarakat, bahwasanya itu bukan Bupati tidak mau ke sini. Bupati esok lusa juga pasti ke sini,” ujar Eman.
Eman mengatakan dirinya sejak awal meminta masyarakat tidak menilai ketidakhadiran Bupati sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap leluhur.
“Jadi alhamdulillah hari ini Bupati dan rengrengan, semua Sekda, Ibu Wabup dan semuanya sempatnya ke sini. Sudah waktunya,” katanya.
Ia mengakui memang sempat ada kekecewaan dari sebagian masyarakat Winduherang. Namun, menurut Eman, hal tersebut lebih karena kebanggaan warga ketika pimpinan daerah datang langsung memberikan penghormatan kepada para leluhur.
“Di sini tidak ada istilah saling menyalahkan. Saya sudah memberikan edukasi ke masyarakat. Alhamdulillah, sekarang kalau orang sakit terobati,” ucapnya.
Dengan kedatangan tersebut, Eman menilai agenda ziarah Bupati ke makam Ramajaksa akhirnya terlaksana sesuai waktu yang telah diagendakan.***












Tinggalkan Balasan