
VOXPOPULI.CO.ID – Dewan Pembina DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kuningan, Asep Susan Sonjaya Suparman alias Asep Papay, menegaskan bahwa PSI hingga saat ini masih konsisten mendukung pemerintahan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Tuti Andriani.
Pernyataan tersebut disampaikan Asep Papay saat ditemui di kompleks Stadion Kuningan, Senin (31/8/2026), sekaligus menanggapi berkembangnya isu politik mengenai kemungkinan munculnya wacana “DIRIDHOI” untuk Pilkada Kuningan mendatang.
Menurut Asep, PSI tidak ingin terburu-buru masuk terlalu jauh dalam dinamika politik Pilkada 2027. Pasalnya, pemerintahan Dian-Tuti masih memiliki waktu untuk menyelesaikan masa kepemimpinannya.
“Kalau untuk isu Pilkada mendatang, itu hak sebagai partai pendukung yang mengusung Dian-Tuti. Sekarang masih ada dua tahun lagi untuk menyelesaikan pemerintahan,” ujar Asep.
Ia menegaskan, PSI Kuningan sampai saat ini tetap berada dalam posisi mendukung pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“PSI sampai saat ini tetap konsisten dan komitmen untuk mendukung pemerintahan dari pusat sampai daerah,” katanya.
Terkait isu keretakan hubungan antara Bupati Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Tuti Andriani, Asep menilai isu tersebut tidak terlihat dalam realitas yang mereka amati di lapangan.
“Saya melihat isu perpecahan Dian-Tuti itu hanya kabar angin. Kami di PSI melihat bupati dan wakil bupati baik-baik saja, tidak terlihat seperti isu yang dihembuskan. Kami akan terus mengawal dan mendukung sampai selesai,” tegasnya.
Di sisi lain, Asep mengungkapkan bahwa PSI Kuningan saat ini lebih fokus melakukan konsolidasi internal untuk menghadapi agenda politik mendatang. Struktur organisasi di tingkat bawah disebut telah terbentuk hingga desa dan kelurahan.
Menurutnya, konsolidasi tersebut mencakup 32 kecamatan, 361 desa, serta 15 kelurahan di Kabupaten Kuningan.
“Sekarang kita lagi mempersiapkan sel-sel sampai tingkat desa, DPRT. Sudah 100 persen, 32 kecamatan, 361 desa dan 15 kelurahan,” ungkapnya.
Dengan struktur tersebut, PSI mulai melakukan pemanasan politik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Pemilu dan Pilkada 2027.
Asep mengatakan, partainya juga tengah melakukan penjaringan dan screening terhadap sejumlah figur potensial yang dinilai memiliki peluang untuk maju sebagai calon legislatif dari PSI.
“Insyaallah ada. Ada calon-calon potensial dan itu bisa dikonfirmasi ke ketua. Ada beberapa yang masih komunikasi dengan saya. Masih kita keep, tidak kita munculkan, masih dirahasiakan,” ujarnya.
PSI juga memasang target politik yang cukup tinggi pada Pemilu legislatif mendatang. Para pengurus, kata Asep, telah diminta bekerja keras untuk merealisasikan target tersebut.
“Pengurus diwajibkan bekerja keras untuk merealisasikan target,” katanya.
Selain konsolidasi struktur, PSI Kuningan juga mulai melirik sejumlah tokoh masyarakat dan figur organisasi untuk didorong menjadi calon legislatif.
Asep membenarkan adanya dua ketua paguyuban Puspa Siliwangi yang telah bergabung dengan PSI. Keduanya disebut telah memiliki KTP PSI dan berpeluang untuk didorong maju dalam kontestasi politik mendatang.
“Dua paguyuban ini KTP-nya sudah di-login, KTP PSI. Rencana dicalonkan nanti atau enggak, coba kita dorong. Kita dorong dengan ikhtiar dan doa, mudah-mudahan ada rezekinya,” ungkap Asep.
Sementara terkait rencana kedatangan Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke wilayah Cirebon, Asep menyebut kunjungan tersebut dapat menjadi momentum penting bagi konsolidasi politik PSI di Jawa Barat.
Menurutnya, apabila agenda safari Jokowi benar-benar menyentuh Cirebon, tidak menutup kemungkinan sejumlah kabupaten/kota lain di Jawa Barat juga mendapatkan kunjungan.
“Kalau Cirebon dikunjungi, safari Pak Jokowi, insyaallah 27 kabupaten/kota di Jawa Barat juga bisa dikunjungi,” katanya.
Meski demikian, Asep kembali menegaskan bahwa PSI Kuningan saat ini belum ingin terjebak dalam spekulasi terlalu dini mengenai pasangan calon untuk Pilkada 2027.
Fokus utama partai, menurutnya, adalah memastikan konsolidasi organisasi di tingkat DPRT berjalan maksimal sehingga PSI benar-benar siap bersosialisasi dengan masyarakat ketika tahapan politik semakin dekat.
“Untuk saat ini konsentrasinya ke DPRT. Fokusnya bagaimana caranya DPRT itu betul-betul terkonsolidasi dengan baik,” ujarnya.
Ia berharap seluruh mesin organisasi PSI Kuningan sudah dalam kondisi siap menghadapi dinamika politik 2027.
“Mulai dari sekarang juga sudah mulai pemanasan. 2027 diharapkan PSI sudah betul-betul ready untuk bisa bersosialisasi di masyarakat,” pungkasnya.***












Tinggalkan Balasan