
VOXPOPULI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kuningan memastikan kebutuhan kesehatan dan dukungan logistik bagi para petugas yang berjibaku memadamkan kebakaran di Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana, menjadi perhatian serius.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Gedung Setda Kabupaten Kuningan, Jumat (14/8/2026).
Dian mengatakan, sejak awal kejadian kebakaran, Pemkab Kuningan telah mengambil sejumlah langkah untuk mendukung proses penanganan di lokasi. Salah satunya dengan membentuk posko gabungan yang melibatkan berbagai unsur.
“Pertama kita waktu hari terjadinya kebakaran, kita sudah melaksanakan peninjauan ke lapangan dengan bersama-sama Pak Dandim, dari kawan-kawan dari Yonif juga dari Polres. Jadi kita sudah mengambil langkah-langkah. Yang pertama, kita membentuk posko di sana gabungan,” ujar Dian.
Selain posko gabungan, pemerintah daerah juga menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendirikan dapur lapangan. Fasilitas tersebut disiapkan untuk memastikan kebutuhan makan dan akomodasi para petugas yang berada di lokasi.

Menurut Dian, kondisi petugas di lapangan menjadi perhatian karena proses pemadaman kebakaran TPSA berbeda dengan penanganan kebakaran pada umumnya.
“Saya sudah menginstruksikan Pak Kepala Pelaksana BPBD untuk mengadakan mendirikan dapur lapangan,” katanya.
Dian mengungkapkan, instruksi tersebut diberikan setelah dirinya melihat langsung kondisi di lapangan hingga malam hari. Ia menemukan kebutuhan konsumsi para petugas belum terkonsentrasi dengan baik.
“Saya sampai malam di sana, ada beberapa kawan yang memang makannya belum terkonsentrasi dengan baik. Saya sudah instruksikan malam itu juga untuk mendirikan dapur lapangan untuk menjamin yang kaitan dengan akomodasi para petugas yang sedang berjibaku memadamkan api di sana,” jelasnya.
Untuk aspek kesehatan, Dian menyebut telah menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan agar menyiapkan dukungan medis. Ambulans disiagakan secara mobile di sekitar lokasi kebakaran.
“Jaminan tandanya kita sudah instruksikan Pak Kadinkes. Yang pertama, kita mengirimkan yang bersifat mobile, mobil ambulans di sana untuk siaga,” ungkapnya.
Tak hanya ambulans, pemerintah juga menyiapkan fasilitas kesehatan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi dampak asap maupun kebakaran terhadap masyarakat.
“Kita juga menyediakan Puskesmas di sekeliling sana untuk antisipasi barangkali ada dampak dari kebakaran itu terhadap warga sekitar,” kata Dian.
Hingga Jumat (14/8/2026), Dian mengaku belum menerima laporan mengenai warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kebakaran, seperti sesak napas. Meski demikian, petugas medis tetap disiagakan hingga proses pemadaman selesai.
“Sampai hari ini saya belum dapat laporan apakah ada masyarakat yang terdampak dari kebakaran itu seperti sesak napas dan sebagainya. Tapi yang pasti kita sudah menyiapkan petugas medis di sana untuk standby sampai selesainya api dipadamkan di lokasi itu,” pungkasnya.***












Tinggalkan Balasan