VOXPOPULI.CO.ID – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, bergerak cepat merespons persoalan puluhan jemaah umrah asal Kabupaten Kuningan yang gagal berangkat ke Tanah Suci. Pada Minggu (2/8/2026), Bupati melakukan video call selama kurang lebih 16 menit dengan salah seorang jemaah, Bu Iin, warga Kecamatan Kuningan.

Saat dihubungi, Bu Iin diketahui masih berada di Cibubur, Jakarta, di rumah anaknya. Ia memilih tetap bertahan di Jakarta sembari menunggu realisasi janji keberangkatan dari pihak penyelenggara travel yang telah diberikan tenggat waktu hingga 5 Agustus 2026.

Dalam percakapan tersebut, Bu Iin menyampaikan langsung kepada Bupati kronologi yang dialaminya bersama puluhan jemaah lain yang batal berangkat. Ia juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Kuningan turut mengawal penyelesaian persoalan tersebut.

Kepada VoxPopuli.co.id, Bu Iin mengaku bersyukur karena mendapat perhatian langsung dari Bupati Kuningan. Menurutnya, komunikasi tersebut memberikan semangat bagi dirinya dan jemaah lainnya yang hingga kini masih menunggu kepastian.

“Alhamdulillah saya sudah video call sama Pak Bupati. Sekarang saya hanya bisa berdoa dan berzikir supaya perjuangan kami benar-benar diperjuangkan oleh Pak Bupati,” ujar Bu Iin.

Ia menuturkan bahwa dirinya akan tetap menunggu di Jakarta hingga batas waktu yang telah disepakati bersama pihak travel.

“Saya akan menunggu sampai tanggal 5 Agustus. Semoga Allah mengabulkan segala perjuangan kami semua, terutama untuk saya dan 94 teman-teman yang belum bisa berangkat seperti 29 jemaah lainnya,” katanya.

Bu Iin berharap seluruh upaya yang dilakukan berbagai pihak dapat membuahkan hasil sehingga seluruh jemaah yang tertunda keberangkatannya dapat segera diberangkatkan ke Tanah Suci sesuai dengan janji yang telah disampaikan.

Sebelumnya, sebanyak 94 jemaah dilaporkan gagal berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta setelah mengalami berbagai kendala yang menyebabkan keberangkatan mereka tertunda. Sementara itu, sekitar 29 jemaah dari rombongan lain dilaporkan telah berhasil berangkat menuju Arab Saudi.

Para jemaah bersama pihak travel sebelumnya telah membuat kesepakatan untuk memberikan kesempatan kepada penyelenggara menyelesaikan tanggung jawabnya hingga 5 Agustus 2026. Hingga kini, para jemaah masih menunggu kepastian realisasi keberangkatan sesuai dengan komitmen yang telah disampaikan pihak travel.

Sementara itu, langkah cepat Bupati Kuningan yang berkomunikasi langsung dengan salah satu jemaah menjadi perhatian, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam mendengar langsung aspirasi dan kondisi warganya yang tengah menghadapi persoalan tersebut.***