VOXPOPULI.CO.ID – Udara sejuk khas kawasan Linggarjati menyelimuti Open Space Gallery, Kabupaten Kuningan, pada Kamis (24/9/2026) pagi. Sebanyak 30 tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PLN dengan total 222 personel berkumpul dalam Apel Bakti PDKB PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menjaga keandalan sistem kelistrikan melalui pemeliharaan jaringan tanpa harus melakukan pemadaman listrik. Apel bakti juga melibatkan personel dari PLN UID Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., hadir mewakili Bupati Kuningan sekaligus membacakan sambutan kepala daerah.

Dalam sambutannya, Tuti menyampaikan apresiasi kepada PT PLN (Persero) yang memilih Kabupaten Kuningan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pemeliharaan jaringan secara serentak lintas unit induk tersebut.

“Kabupaten Kuningan merasa terhormat telah dipilih sebagai pusat kegiatan pemeliharaan jaringan serentak lintas unit induk,” ujar Tuti.

Di hadapan para personel PDKB, Tuti menegaskan bahwa keberadaan listrik yang andal memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, pasokan listrik tidak hanya menunjang kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi salah satu fondasi bagi aktivitas ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, hingga sektor pariwisata.

Keandalan jaringan listrik, lanjutnya, akan memberikan kepastian bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas tanpa terganggu pemadaman.

Karena itu, Tuti memberikan apresiasi atas dedikasi para petugas PDKB yang bekerja melakukan pemeliharaan maupun perbaikan jaringan listrik dalam kondisi tetap bertegas.

Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan merupakan pekerjaan yang memiliki tingkat risiko tinggi. Para petugas dituntut memiliki kompetensi teknis, presisi, keberanian, sekaligus disiplin terhadap standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Pekerjaan yang tidak hanya membutuhkan keahlian dan presisi tingkat tinggi, tetapi juga keberanian serta kedisiplinan pada standar keselamatan kerja (K3) yang ketat,” kata Tuti.

Ia berharap seluruh personel yang terlibat dapat menjalankan tugas dengan mengutamakan keselamatan dan profesionalisme.

Pemerintah Kabupaten Kuningan juga menilai kolaborasi antara PLN UID Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem kelistrikan di Kuningan dan wilayah sekitarnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Johararifin mengatakan bahwa Apel Bakti PDKB tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan teknis.

Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan kompetensi, profesionalisme, keberanian, kedisiplinan, serta semangat kolaborasi dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.

“Kegiatan ini melibatkan 30 tim PDKB dengan 222 personel dari Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta,” ungkap Johararifin.

Puluhan tim tersebut akan menjalankan pekerjaan pemeliharaan jaringan listrik dengan metode PDKB sehingga pekerjaan dapat dilakukan tanpa harus menghentikan aliran listrik kepada pelanggan.

Johararifin juga mengungkapkan bahwa kegiatan PDKB yang dilaksanakan di Kuningan tersebut direncanakan untuk diajukan dalam pencatatan atau penetapan Rekor MURI.

Usulan kategori yang diajukan berkaitan dengan pelaksanaan PDKB tegangan menengah menggunakan metode secara langsung oleh 30 tim PDKB dengan 222 personel secara serentak dalam satu lokasi dan satu hari.

Pengajuan tersebut diharapkan menjadi catatan atas skala pelaksanaan kegiatan PDKB sekaligus menunjukkan kapasitas kolaborasi antarsatuan kerja PLN dalam menjaga keandalan jaringan listrik.

Mengakhiri sambutannya, Tuti menyampaikan pesan kepada seluruh petugas PDKB mengenai besarnya manfaat pekerjaan yang mereka lakukan bagi masyarakat.

Ia menggambarkan bahwa pekerjaan para petugas di lapangan memiliki dampak langsung terhadap keberlangsungan aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Di setiap tiang dan kabel listrik yang bapak-bapak pelihara tanpa padam, ada ribuan rumah yang tetap terang, ada anak-anak yang belajar dengan nyaman, ada usaha masyarakat yang terus berjalan, dan ada kehidupan yang terus berdenyut,” pungkasnya.

Apel Bakti PDKB PLN di Open Space Gallery Linggarjati tersebut menjadi simbol kolaborasi dan komitmen menjaga keandalan pasokan listrik. Di balik pekerjaan teknis yang dilakukan tanpa memadamkan listrik, terdapat upaya untuk memastikan aktivitas masyarakat, dunia usaha, pendidikan, dan pelayanan publik tetap berjalan.

VOXPOPULI.CO.ID – Udara sejuk khas kawasan Linggarjati menyelimuti Open Space Gallery, Kabupaten Kuningan, pada Kamis (24/9/2026) pagi. Sebanyak 30 tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PLN dengan total 222 personel berkumpul dalam Apel Bakti PDKB PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menjaga keandalan sistem kelistrikan melalui pemeliharaan jaringan tanpa harus melakukan pemadaman listrik. Apel bakti juga melibatkan personel dari PLN UID Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., hadir mewakili Bupati Kuningan sekaligus membacakan sambutan kepala daerah.

Dalam sambutannya, Tuti menyampaikan apresiasi kepada PT PLN (Persero) yang memilih Kabupaten Kuningan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pemeliharaan jaringan secara serentak lintas unit induk tersebut.

“Kabupaten Kuningan merasa terhormat telah dipilih sebagai pusat kegiatan pemeliharaan jaringan serentak lintas unit induk,” ujar Tuti.

Di hadapan para personel PDKB, Tuti menegaskan bahwa keberadaan listrik yang andal memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, pasokan listrik tidak hanya menunjang kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi salah satu fondasi bagi aktivitas ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, hingga sektor pariwisata.

Keandalan jaringan listrik, lanjutnya, akan memberikan kepastian bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas tanpa terganggu pemadaman.

Karena itu, Tuti memberikan apresiasi atas dedikasi para petugas PDKB yang bekerja melakukan pemeliharaan maupun perbaikan jaringan listrik dalam kondisi tetap bertegangan.

Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan merupakan pekerjaan yang memiliki tingkat risiko tinggi. Para petugas dituntut memiliki kompetensi teknis, presisi, keberanian, sekaligus disiplin terhadap standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Pekerjaan yang tidak hanya membutuhkan keahlian dan presisi tingkat tinggi, tetapi juga keberanian serta kedisiplinan pada standar keselamatan kerja (K3) yang ketat,” kata Tuti.

Ia berharap seluruh personel yang terlibat dapat menjalankan tugas dengan mengutamakan keselamatan dan profesionalisme.

Pemerintah Kabupaten Kuningan juga menilai kolaborasi antara PLN UID Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem kelistrikan di Kuningan dan wilayah sekitarnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Johararifin mengatakan bahwa Apel Bakti PDKB tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan teknis.

Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan kompetensi, profesionalisme, keberanian, kedisiplinan, serta semangat kolaborasi dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.

“Kegiatan ini melibatkan 30 tim PDKB dengan 222 personel dari Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta,” ungkap Johararifin.

Puluhan tim tersebut akan menjalankan pekerjaan pemeliharaan jaringan listrik dengan metode PDKB sehingga pekerjaan dapat dilakukan tanpa harus menghentikan aliran listrik kepada pelanggan.

Johararifin juga mengungkapkan bahwa kegiatan PDKB yang dilaksanakan di Kuningan tersebut direncanakan untuk diajukan dalam pencatatan atau penetapan Rekor MURI.

Usulan kategori yang diajukan berkaitan dengan pelaksanaan PDKB tegangan menengah menggunakan metode secara langsung oleh 30 tim PDKB dengan 222 personel secara serentak dalam satu lokasi dan satu hari.

Pengajuan tersebut diharapkan menjadi catatan atas skala pelaksanaan kegiatan PDKB sekaligus menunjukkan kapasitas kolaborasi antarsatuan kerja PLN dalam menjaga keandalan jaringan listrik.

Mengakhiri sambutannya, Tuti menyampaikan pesan kepada seluruh petugas PDKB mengenai besarnya manfaat pekerjaan yang mereka lakukan bagi masyarakat.

Ia menggambarkan bahwa pekerjaan para petugas di lapangan memiliki dampak langsung terhadap keberlangsungan aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Di setiap tiang dan kabel listrik yang bapak-bapak pelihara tanpa padam, ada ribuan rumah yang tetap terang, ada anak-anak yang belajar dengan nyaman, ada usaha masyarakat yang terus berjalan, dan ada kehidupan yang terus berdenyut,” pungkasnya.

Apel Bakti PDKB PLN di Open Space Gallery Linggarjati tersebut menjadi simbol kolaborasi dan komitmen menjaga keandalan pasokan listrik. Di balik pekerjaan teknis yang dilakukan tanpa memadamkan listrik, terdapat upaya untuk memastikan aktivitas masyarakat, dunia usaha, pendidikan, dan pelayanan publik tetap berjalan. (Ugi)