KUNINGAN, (VOX) – Bupati Kuningan bergerak cepat menindaklanjuti kondisi memprihatinkan jembatan layang penghubung Masjid Syiarul Islam dengan Taman Kota Kuningan. Usai melaksanakan salat Jumat, Bupati langsung meninjau lokasi didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati melihat langsung sejumlah bagian lantai jembatan yang keropos akibat karat dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat. Di hadapan pejabat terkait, Bupati langsung memerintahkan agar perbaikan segera dilakukan.

Selain meminta percepatan perbaikan, Bupati juga memerintahkan Satpol PP Kabupaten Kuningan untuk menutup sementara akses jembatan sampai proses perbaikan selesai dilakukan.

Petugas Satpol PP Kabupaten Kuningan, Wawan, mengatakan pihaknya langsung bergerak melakukan pengecekan setelah menerima instruksi dari Bupati.

“Tadi sudah mengecek, memang beberapa kerusakan-kerusakan di jembatan lain memang mengkhawatirkan. Dan kemudian Pak Bupati memerintahkan untuk segera penutupan jalan jembatan tersebut,” ujar Wawan kepada wartawan di lokasi, Jumat (29/05).

Saat ditanya apakah ada jembatan lain yang mengalami kerusakan, Wawan menyebut sejauh ini baru jembatan tersebut yang terdeteksi mengalami kondisi membahayakan.

“Oh, cuma satu ini aja yang baru terdeteksi untuk kerusakan jembatannya,” katanya.

Ia menambahkan, langkah cepat langsung diambil demi menghindari risiko kecelakaan bagi masyarakat yang melintas.

“Langkah-langkah Pak Bupati langsung untuk memerintahkan dinas terkait untuk memperbaiki sekarang juga, dan status langsung segel demi keamanan,” lanjutnya.

Menurut Wawan, akses jembatan akan kembali dibuka setelah seluruh proses perbaikan selesai dilaksanakan.

“Akan langsung setelah jembatan selesai. Setelah jembatan selesai dilaksanakan, baru penutupan akan dibuka kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna, memastikan pihaknya segera melakukan penanganan terhadap kerusakan jembatan tersebut.

“InsyaAllah segera diperbaiki, kami akan menghitung dulu dan mencari bahan yang tepat karena model besi tersebut mulai susah ditemukan,” kata Putu.

Jembatan layang tersebut merupakan bagian dari proyek revitalisasi Alun-Alun Kuningan yang diresmikan Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil. Proyek revitalisasi kawasan pusat kota itu diketahui menghabiskan anggaran sekitar Rp25 miliar, termasuk renovasi Masjid Syiarul Islam dan penataan taman kota.

Penutupan sementara dilakukan demi keselamatan masyarakat sambil menunggu proses perbaikan rampung dilakukan oleh dinas terkait.***