
KUNINGAN(VOX) – Bencana tanah amblas terjadi di Dusun Pasir Tengah RT 001 RW 001, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis (26/2/2026) pukul 16.27 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan akses jalan kabupaten penghubung Ciawigebang–Cihaur terputus total dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Berdasarkan laporan resmi dari BPBD Kabupaten Kuningan, informasi kejadian diterima pada pukul 19.15 WIB di hari yang sama. Laporan update kaji cepat disampaikan pada Jumat (27/2/2026) pukul 16.30 WIB.
Lokasi kejadian berada di titik koordinat 6°57’39.3″ S dan 108°34’46.3″ E.
Tim assessment mencatat, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB. Kondisi struktur jembatan yang labil dan tergerus air menyebabkan gorong-gorong jalan kabupaten amblas.
Akibatnya, badan jalan sekaligus jembatan Cibungkan ikut terbawa amblas dan tidak dapat dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerusakan infrastruktur cukup signifikan, meliputi:
- Gorong-gorong amblas berdiameter 6 meter, panjang 4 meter, dan tinggi 4 meter.
- Jalan kabupaten terputus dengan ukuran panjang 3 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 4 meter.
Putusnya akses jalan ini berdampak pada mobilitas warga dan distribusi barang antarwilayah. Jalan tersebut merupakan penghubung strategis antara Kecamatan Ciawigebang dan Cihaur.
Untuk sementara, kendaraan dari arah Cihaur maupun Ciawigebang dialihkan melalui akses jalan menuju Dusun Babakan, Desa Ciawilor, Kecamatan Ciawigebang.
Hingga laporan terakhir, kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan.
Merespons kejadian tanah amblas Ciawigebang Kuningan ini, aparat desa segera berkoordinasi dengan unsur kecamatan, TNI, Polri, dinas Pekerjaan Umum, serta BPBD Kabupaten Kuningan.
BPBD Kuningan langsung mengirimkan Tim Assessment dari Pusdalops PB yang terdiri dari:
- Iman Nuryadi, S.Sos, M.A.P (Kasi Kedaruratan dan Logistik)
- Ade Dian Tryanna, S.KM (Analis Kebencanaan)
- Aep Saepudin, S.Kom (Penata Layanan Operasional)
Selain itu, aparat desa bersama masyarakat bergotong-royong memasang rambu-rambu peringatan dan menutup sementara akses bagi kendaraan roda empat guna mencegah risiko kecelakaan.
Kebutuhan darurat utama dalam kejadian ini adalah perbaikan gorong-gorong dan jembatan agar akses jalan kabupaten dapat kembali difungsikan.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah teknis lanjutan guna mempercepat pemulihan infrastruktur serta memastikan keselamatan pengguna jalan.
BPBD Kuningan menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan menyampaikan perkembangan terbaru apabila terdapat perubahan situasi di lapangan.*












Tinggalkan Balasan