
KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan bergerak cepat menyiapkan Stadion Mashud Wisnusaputra menjelang verifikasi kelayakan Liga 3 Nusantara yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Pembenahan Stadion Mashud menjadi perhatian setelah Pesik Kuningan dipastikan berlaga di Liga 3 Nusantara dengan sistem kompetisi home and away. Stadion Mashud diproyeksikan menjadi home base Pesik Kuningan sekaligus berpeluang digunakan sejumlah klub lain yang belum memiliki stadion home base.
Pembahasan kesiapan Stadion Mashud Kuningan dilakukan melalui rapat koordinasi lintas sektor di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Gedung Setda Kuningan, Senin (21/9/2026).
Rakor dipimpin Sekretaris Daerah Kuningan U Kusmana dan dihadiri unsur Disporapar bersama UPTD Pengelola Stadion Mashud Wisnusaputra, KONI, Askab PSSI Kuningan serta manajemen Pesik Kuningan.
U Kusmana mengatakan, Pemkab Kuningan meminta Disporapar segera melakukan mitigasi dan pengecekan secara menyeluruh terhadap kondisi Stadion Mashud.

“Yang pertama, tentunya saya meminta ke Dinas Pengampu, yaitu Disporapar, untuk melakukan secepatnya mitigasi, cek and ricek khususnya oleh UPTD setempat, UPTD Mashud untuk cek and ricek keberadaan sarana prasarana lapang dan sarana prasarana fasilitas pendukung lainnya,” ujar U Kusmana saat dikonfirmasi Voxpopuli, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, pengecekan diperlukan untuk memetakan berbagai kendala di Stadion Mashud sekaligus menentukan fasilitas yang harus menjadi prioritas pembenahan.
Sejumlah fasilitas yang menjadi perhatian meliputi kondisi rumput lapangan, drainase, toilet, kamar mandi, ruang ganti pemain serta fasilitas pendukung lainnya.
Kondisi rumput menjadi salah satu persoalan yang dinilai cukup mendesak. Pemkab Kuningan bahkan telah menginstruksikan agar penyiraman rumput dilakukan tiga kali dalam sehari.
“Apakah tadi rumput lapangnya kan kering, kita kan sudah memerintahkan untuk terus menyiram satu hari tiga kali. Mudah-mudahan nanti musim hujan terbantulah, termasuk drainasenya seperti apa, penunjang-penunjangnya, toilet, ganti pemain, kamar mandi, dan sebagainya,” katanya.
U Kusmana meminta hasil pengecekan kondisi Stadion Mashud tidak membutuhkan waktu lama. Disporapar diminta segera menyampaikan laporan terkait kondisi stadion dan kebutuhan pembenahan sebagai bahan pertimbangan pimpinan daerah.
“Satu hari harus selesai, besok harus ada laporan, maksimal hari Rabu, karena satu, nanti untuk menjadi bahan pertimbangan pimpinan,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkab Kuningan belum menetapkan besaran anggaran untuk perbaikan Stadion Mashud. Pemerintah daerah masih menunggu hasil pemetaan kebutuhan dari Disporapar.
“Pimpinan yang kan, Pak Bupati. Makanya saya minta ketika cek and ricek dari hasil apa itu dilaporkan, berapa butuh anggarannya berapa,” kata U Kusmana.
Manajer Pesik Kuningan, Nono Sujono, mengatakan pembenahan Stadion Mashud perlu dilakukan karena terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi venue pertandingan Liga 3 Nusantara.
Menurut Nono, pembenahan idealnya dilakukan secara menyeluruh. Namun, mengingat waktu verifikasi semakin dekat, sejumlah fasilitas yang paling mendesak harus diprioritaskan.
“Kalau melihat dari persyaratan yang harus dipenuhi ya memang menyeluruh. Tapi minimalnya ada penataan yang lebih utama mungkin rumput, lampu,” ujar Nono.
Selain kondisi lapangan dan lampu penerangan, fasilitas lain seperti ruang ganti atau locker room kedua tim, ruang wasit, ruang konferensi pers dan sanitasi juga perlu diperhatikan.
Nono mengatakan sejumlah fasilitas tersebut sebenarnya sudah tersedia di Stadion Mashud dan hanya membutuhkan penataan serta perbaikan.
“Kalau hanya untuk penataan sedikit-sedikit mah memang sudah, locker room kita punya, kemudian ruang wasit tinggal kita benahi, ruang press conference tidak harus tinggal membenahi saja,” katanya.
Menurut Nono, pekerjaan paling berat berada pada kondisi lapangan. Jika pembenahan dilakukan secara menyeluruh untuk mencapai standar yang lebih tinggi, lapangan perlu ditata kembali mulai dari permukaan hingga struktur pendukung rumput.
“Kalau ingin lebih bagus sesuai dengan standar nasional pisan mah, ya memang lapang itu harus diolah, harus dibuang dulu rumputnya, landai ininya dibenahi dulu, baru ditutup lagi oleh pasir dan rumput,” jelasnya.
Meski demikian, Nono menilai pembenahan untuk kebutuhan sementara masih dapat dikejar dalam waktu sekitar satu bulan apabila pekerjaan segera dimulai.
“Kalau kita peruntukkan untuk sementara, apa rumput hijau dulu, kemudian fasilitas lainnya terpenuhi, saya kejar juga sih dengan ukuran satu bulan. Tapi memang harus segera melakukan penataan,” ujarnya.
Nono juga mengusulkan agar lapangan utama Stadion Mashud untuk sementara dikosongkan dari berbagai aktivitas agar proses perawatan dapat dilakukan secara maksimal.
Menurutnya, keputusan pengosongan lapangan dapat dilakukan setelah pemerintah daerah menentukan kebutuhan dan anggaran pembenahan.
“Setelah ada keputusan akhir bahwa lapang harus dikosongkan, dan itu sudah saya usulkan,” kata Nono.
Waktu pembenahan menjadi perhatian karena tim survei kelayakan Liga 3 Nusantara disebut akan datang ke Kuningan pada Oktober 2026.
U Kusmana menegaskan Pemkab Kuningan harus bergerak sebelum tim verifikasi melakukan pengecekan langsung terhadap Stadion Mashud.
“Kita harus segera tindak lanjut sebelum ada tim verifikasi dari tim Liga 3 Nusantara,” ujarnya.
Nono juga berharap ketika tim survei datang, proses perbaikan Stadion Mashud setidaknya sudah mulai terlihat.
“Oh ya, harus, harus, harus. Minimalnya proses itu berjalan, minimal lapang,” katanya.
Pembenahan Stadion Mashud juga dinilai penting karena terdapat peluang stadion tersebut digunakan sejumlah klub lain sebagai home base.
U Kusmana menyebut terdapat lima klub yang berminat menggunakan Kuningan sebagai home base karena tidak memiliki stadion sendiri.
Dengan demikian, perbaikan Stadion Mashud tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan Pesik Kuningan untuk menjalani Liga 3 Nusantara, tetapi juga berkaitan dengan optimalisasi aset olahraga milik daerah.
Hasil pengecekan Disporapar nantinya akan menjadi dasar bagi Pemkab Kuningan untuk menentukan fasilitas yang harus segera diperbaiki sekaligus menghitung kebutuhan anggaran.
Dengan waktu menuju verifikasi yang semakin singkat, pemerintah daerah dituntut memastikan pembenahan Stadion Mashud berjalan sebelum tim verifikasi Liga 3 Nusantara datang pada Oktober 2026. (Ugi)












Tinggalkan Balasan