
KUNINGAN, (VOX) – Upaya meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kuningan. Salah satu potensi yang kini mendapat sorotan adalah buah kesemek yang selama ini dibudidayakan masyarakat di Desa Gunungsirah, Kecamatan Darma.
Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani atau yang dikenal dengan sapaan Amih Tuti, meninjau langsung kawasan perkebunan kesemek di wilayah tersebut. Kunjungan itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dengan petani, tetapi juga langkah awal untuk membuka peluang pengembangan usaha berbasis komoditas lokal melalui kemitraan dengan investor.
Dalam keterangannya, Amih Tuti menilai kesemek memiliki prospek yang cukup menjanjikan apabila dikelola secara lebih modern dan berorientasi pada peningkatan nilai tambah.
“Potensi lokal akan semakin bernilai ketika dikelola dengan kolaborasi dan inovasi yang tepat,” ujar Amih Tuti.
Menurutnya, selama ini buah kesemek lebih banyak dipasarkan dalam bentuk segar. Padahal, komoditas tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang memiliki daya jual lebih tinggi dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Kehadiran investor diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan industri pengolahan kesemek di Kuningan. Dengan adanya dukungan modal, teknologi, serta jaringan pemasaran yang lebih kuat, hasil panen petani dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi yang lebih besar.
Selain memperkenalkan potensi daerah kepada investor, Amih Tuti juga berdialog langsung dengan para petani guna mengetahui berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses budidaya maupun pemasaran hasil panen.
Pemerintah daerah menilai sinergi antara petani, pelaku usaha, investor, dan pemerintah menjadi kunci agar komoditas lokal mampu berkembang secara berkelanjutan. Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi pedesaan dan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.
Rencana pengembangan buah kesemek mendapat respons positif dari masyarakat. Warga berharap komoditas khas Darma tersebut dapat menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan petani.
Asep (45), warga Kecamatan Darma, menilai pengolahan kesemek menjadi produk turunan akan memberikan keuntungan lebih besar dibanding hanya menjual buah segar.
“Kalau ada industri pengolahan, hasil panen petani bisa lebih bernilai. Semoga harga jualnya juga lebih stabil dan petani tidak bergantung pada musim pasar,” katanya.
Pendapat serupa disampaikan Rina (38), pelaku UMKM di Kuningan. Menurutnya, kesemek memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi makanan olahan maupun produk oleh-oleh khas daerah.
“Kesemek Kuningan punya ciri khas tersendiri. Kalau dikemas dengan baik dan dipromosikan secara luas, saya yakin bisa menjadi produk unggulan yang dicari wisatawan,” ujarnya.
Sementara itu, Dedi (52), petani setempat, berharap adanya kerja sama dengan investor dapat membantu petani memperoleh akses pasar yang lebih luas.
“Harapan kami tentu hasil panen bisa terserap lebih banyak. Kalau pemasaran bagus, petani juga semakin semangat meningkatkan kualitas produksi,” tuturnya.
Dengan dukungan berbagai pihak, buah kesemek yang selama ini menjadi salah satu identitas pertanian di Kecamatan Darma diharapkan mampu berkembang menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.***












Tinggalkan Balasan