
KUNINGAN, (VOX) – Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U Kusmana, angkat bicara terkait meningkatnya kasus bunuh diri yang diduga dipicu oleh jeratan pinjaman online (pinjol) dan judi online. Hal itu disampaikan saat menjawab pertanyaan awak media usai agenda serah terima jabatan di Dinas Sosial.
Dalam keterangannya, U Kusmana yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial menegaskan bahwa persoalan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan membutuhkan langkah penanganan yang lebih sistematis.
“Ya, terima kasih. Hari ini saya bersama teman-teman di Dinsos (Dinas Sosial), tentunya tadi sudah kita saksikan bersama. Kebetulan saya ini Plt (Pelaksana Tugas) Kadinsos selama tiga bulan kurang,” ujarnya, selasa (05/05).
Ia menyampaikan bahwa kepada Kepala Dinas Sosial definitif yang baru, Tatiek, telah dititipkan sejumlah pesan penting untuk memperkuat penanganan masalah sosial di Kabupaten Kuningan.
“Tadi saya menitipkan pesan kepada Bu Tatik sebagai Kadinsos definitif yang baru saja dilantik beberapa hari lalu. Tentunya banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus dilakukan,” katanya.

Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan validitas data sosial, terutama terkait penerima bantuan sosial (bansos) agar tepat sasaran.
“Pertama, Updating Data: Kita tidak harus 100% percaya pada data yang ada, tapi kita harus punya data pembanding. Data yang benar akan menghasilkan perencanaan yang benar, program yang benar, serta output dan outcome yang juga benar,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya mitigasi terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk fenomena bunuh diri akibat tekanan ekonomi dan pengaruh pinjol maupun judi online.
“Kedua, Mitigasi Masalah Sosial: Saya meminta Bu Tatik untuk lebih memitigasi permasalahan sosial agar dapat terdeteksi dan termitigasi secara dinamis. Ini berhubungan dengan berbagai permasalahan yang berkembang saat ini,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Kabupaten Kuningan memiliki tantangan kebencanaan yang harus diantisipasi dengan perencanaan matang.
“Ketiga, Penanganan Bencana. Setiap tahun, Kuningan ini terkait dengan kebencanaan dan sebagainya harus dihitung matang,” tambahnya.
Secara khusus, U Kusmana menyoroti fenomena pinjol dan judi online yang semakin berdampak luas terhadap kondisi sosial masyarakat, bahkan memicu tindakan ekstrem seperti bunuh diri.
“Terkait dengan masalah pinjol (online), judi online, dan sebagainya, tentunya ini menjadi perhatian serius dan perlu langkah konkret dari Dinsos,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, ia berharap adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan media dalam memberikan informasi yang akurat untuk mendukung penanganan masalah sosial.
“Sehingga ke depan, mudah-mudahan kolaborasi dengan teman-teman pers juga bisa memberikan informasi yang lebih akurat untuk membantu kami dalam menangani masalah sosial di Kabupaten Kuningan,” pungkasnya.
Fenomena bunuh diri akibat tekanan ekonomi dan jeratan pinjol menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Penguatan data, ketepatan sasaran bansos, serta mitigasi yang cepat dan tepat dinilai menjadi kunci untuk menekan dampak sosial yang semakin meluas di masyarakat.***








Tinggalkan Balasan