
KUNINGAN, (VOX) – Polemik layanan penyediaan Makan Bergizi Gratis bagi peserta didik mencuat di KB Bambu Al-Hijrah, Kecamatan Kuningan, setelah pihak sekolah bersama wali murid memutuskan menghentikan kerja sama dengan SPPG Ciporang 01.
Keputusan tersebut diambil menyusul berbagai keluhan yang dinilai tidak mendapat respons memadai dari pihak penyedia. Sebelumnya, pihak sekolah telah lebih dulu mengirimkan surat resmi kepada Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPI Kecamatan Kuningan pada 26 April 2026 sebagai bentuk penyampaian keberatan sekaligus permohonan evaluasi terhadap layanan yang berjalan.
Perwakilan pengelola KB Bambu Al-Hijrah, Heru, menyampaikan bahwa langkah penghentian kerja sama dilakukan demi menjaga kenyamanan dan keamanan peserta didik.
“Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama dengan para wali murid. Kami mengutamakan keselamatan dan kenyamanan anak-anak,” ujar Heru kepada vox, Senin (04/05).
Ia menjelaskan, pihak sekolah sebelumnya telah beberapa kali menyampaikan masukan terkait kualitas layanan, termasuk kondisi makanan yang dinilai kurang layak. Namun, menurutnya, perbaikan yang diharapkan tidak kunjung terealisasi secara optimal.

“Kami sudah berupaya menyampaikan berbagai masukan, tetapi responsnya kurang maksimal,” katanya.
Situasi tersebut kemudian memicu kekhawatiran di kalangan orang tua murid, hingga akhirnya mendorong adanya kesepakatan bersama untuk menghentikan kerja sama dengan penyedia lama.
Kasus ini bukan yang pertama. Diketahui, SPPG Ciporang 01 sebelumnya juga sempat menghadapi persoalan serupa hingga mendapat perhatian dari Satgas P3MBG Kabupaten Kuningan. Hal ini semakin memperkuat kekhawatiran wali murid terhadap kualitas layanan yang diberikan.
Membenarkan hal ini, Korcam SPPI Kecamatan Kuningan, Gala, menyampaikan bahwa penghentian suplai terjadi karena pihak sekolah tidak lagi bersedia menerima layanan dari penyedia tersebut.
“Iya, pihak sekolah yang menolak menerima lagi,” ujar Gala.
Terkait dugaan adanya kejadian serupa sebelumnya, Gala juga menjelaskan bahwa peran Satgas MBG Kabupaten sebatas memberikan teguran.
“Satgas MBG bisa menegur, tapi tidak bisa mensuspens,” jelasnya via pesan whatsapp
Di sisi lain, untuk memastikan program tetap berjalan, pihak Korcam SPPI Kecamatan Kuningan disebut tengah menyiapkan alternatif penyedia layanan yang dinilai lebih siap dan responsif terhadap kebutuhan sekolah.
“Untuk penggantinya sedang disiapkan oleh korcam SPPI, kami menunggu kurleb 4 harian informasi terakhirnya” tambah Heru.
Meski terjadi penghentian kerja sama, pihak KB Bambu Al-Hijrah menegaskan tetap mendukung program pemerintah, termasuk program prioritas Presiden Republik Indonesia, dengan harapan kualitas layanan ke depan dapat lebih terjaga, terutama yang berkaitan dengan konsumsi dan kesehatan peserta didik.
Langkah ini diharapkan menjadi perhatian bersama berbagai pihak agar standar pelayanan bagi siswa dapat terus ditingkatkan, serta kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.***








Tinggalkan Balasan