KUNINGAN, (VOX) – Video viral yang memperlihatkan siswa menyisihkan sisa Makan Bergizi Gratis atau MBG di lingkungan SMPN 4 Ciawigebang menuai perhatian publik di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah Nana Nanek angkat bicara dan menegaskan bahwa peristiwa dalam video tersebut benar terjadi di sekolahnya pada Selasa 3 Februari 2025, namun perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Nana menjelaskan bahwa secara visual memang terlihat seolah banyak makanan yang dibuang. Namun ia menegaskan bahwa makanan tersebut bukan berasal dari sisa porsi siswa yang sengaja dibuang, melainkan dari jatah siswa yang tidak masuk sekolah sehingga makanannya masih dalam kondisi utuh. Selain itu, terdapat pula beberapa siswa yang tidak mengonsumsi MBG karena telah makan di rumah atau memiliki alasan tertentu lainnya.

“Kalau dilihat dari video memang tampak seperti banyak yang dibuang, tapi faktanya itu makanan siswa yang tidak masuk sekolah dan masih utuh, juga ada siswa yang tidak makan karena sudah makan di rumah,” ujar Nana.

Ia menambahkan bahwa secara umum program MBG di sekolahnya berjalan baik dan mayoritas siswa tetap mengonsumsi makanan tersebut, meski tidak selalu habis. Namun demikian, sekolah memiliki komitmen terhadap kesepakatan dengan pihak penyedia makanan.

“Karena perjanjian kami dengan SPPG Ompreng, wadah makanan harus kembali dalam kondisi kosong, sehingga makanan tersebut kami sisihkan,” katanya.

Lebih lanjut, Nana menegaskan bahwa pihak sekolah berupaya memastikan tidak ada pemborosan. Makanan yang sama sekali tidak dimakan dipisahkan dari sisa makanan dan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan. Sementara itu, sebagian sisa makanan juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

“Untuk makanan sisa siswa, kadang juga diambil untuk pakan ternak. Jadi tidak serta-merta dibuang,” ucapnya.

Sebagai langkah berkelanjutan, pihak sekolah tengah menyiapkan inovasi pengelolaan limbah organik berbasis edukasi dan ekonomi. Dalam waktu dekat, SMPN 4 Ciawigebang berencana membudidayakan maggot sebagai solusi pengolahan limbah makanan di lingkungan sekolah.

“Insyaallah dalam waktu dekat kami akan membudidayakan maggot. Harapannya limbah organik bisa diolah di sekolah dan saat panen maggot tersebut bisa menjadi nilai ekonomi untuk sekolah,” kata Nana.

Pihak sekolah berharap klarifikasi ini dapat memberikan gambaran utuh kepada masyarakat serta menegaskan bahwa program MBG di SMPN 4 Ciawigebang tetap dijalankan dengan prinsip tanggung jawab, efisiensi, dan keberlanjutan.***