VOXPOPULI.CO.ID– Hibar Budaya Milangkala ke-6 Saung Kopi Hawwu kembali digelar di Kabupaten Kuningan pada 23-27 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi masyarakat, pemerintah daerah, komunitas, seniman, pelaku UMKM, hingga generasi muda untuk memperkuat pelestarian budaya Sunda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

Mengusung semangat pelestarian budaya dan lingkungan, Hibar Budaya Saung Kopi Hawwu tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni. Sejumlah agenda edukasi, lokakarya, kegiatan sosial, hingga open stage turut digelar untuk memberikan ruang partisipasi kepada masyarakat.

Pemilik Saung Kopi Hawwu, Dadan Aminudin Latif, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi titik temu antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebudayaan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Kuningan.

“Harapannya kegiatan ini menjadi titik sinergi antara pemerintah dan masyarakat, membuka ruang bagi pelaku UMKM, seniman, dan masyarakat untuk bersama-sama mendorong Kuningan yang semakin melesat tanpa kehilangan akar budaya Kuningan,” ujar Dadan, Rabu (23/9/2026).

Rangkaian Hibar Budaya Milangkala ke-6 Saung Kopi Hawwu terbagi dalam tiga bagian utama, yakni pagelaran budaya, workshop, serta pendidikan dan open stage.

Pada agenda budaya, sejumlah tradisi Sunda turut dihadirkan, di antaranya Tepung Cai dan Mirun Hawu Ngasakan Sangu.

Tepung Cai menjadi simbol kecintaan dan kebersamaan masyarakat. Prosesi tersebut menghadirkan pertemuan air dari empat kabuyutan atau situs keramat leluhur yang berada di Kecamatan Kuningan, yakni Kelurahan Cirendang, Desa Gunung Keling, Kelurahan Cipari, dan Kelurahan Cigintung.

Sementara itu, Mirun Hawu Ngasakan Sangu merupakan prosesi penghormatan terhadap nasi yang dimaknai sebagai salah satu sumber kehidupan masyarakat.

Kehadiran tradisi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya Sunda kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Selain melibatkan seniman, Hibar Budaya juga membuka ruang partisipasi bagi masyarakat melalui agenda open stage.

Masyarakat lintas usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, mendapat kesempatan untuk tampil dan menunjukkan kemampuan serta kreativitasnya.

Ruang tersebut menjadi salah satu bagian dari kegiatan yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam suasana kebersamaan sekaligus memperkenalkan seni dan budaya lokal.

Unsur ekonomi kreatif juga menjadi perhatian dalam Hibar Budaya Milangkala ke-6. Sejumlah workshop disiapkan untuk memberikan ruang belajar sekaligus pengembangan keterampilan bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut di antaranya workshop membatik, mulai dari proses mencanting hingga pewarnaan, workshop kopi, serta kegiatan yang melibatkan kelompok wanita tani (KWT).

Melalui kegiatan tersebut, Hibar Budaya tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni, tetapi juga ruang bertemunya kreativitas, keterampilan, dan potensi usaha masyarakat.

Rangkaian kegiatan juga diisi program sosial bertajuk Sanggabuana Babakti. Program ini dilaksanakan bersama Dinas Perikanan dan Peternakan dengan agenda penyaluran benih ikan serta penanaman bibit tanaman secara bertahap.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan kegiatan kebudayaan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Kepala Diskopdagperin Kuningan H Toni Kusumanto turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula perwakilan Dinas Peternakan dan Perikanan serta Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kuningan.

Puncak Hibar Budaya Milangkala ke-6 Saung Kopi Hawwu dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 27 September 2026.

Sebanyak 60 talenta akan terlibat dalam pertunjukan kolosal yang memadukan sejumlah unsur seni, mulai dari orkestra, teater, angklung, rampak gendang, hingga tari.

Pada hari yang sama, masyarakat juga dapat mengikuti agenda “makan sepuasnya bayar seikhlasnya” yang terbuka untuk umum.

Melalui seluruh rangkaian tersebut, Hibar Budaya Milangkala ke-6 Saung Kopi Hawwu diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan. Kegiatan ini diarahkan menjadi ruang bersama untuk merawat tradisi Sunda, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, serta membuka peluang bagi berkembangnya UMKM dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kuningan. (Ugi)