KUNINGAN(VOX) – Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Kuningan, Wibawa Gumbira, S.Sos., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi kepada tiga atlet disabilitas asal Kuningan yang sukses mengharumkan nama Indonesia pada Asian Para Games 2026 di Thailand.

Tiga atlet tersebut berhasil menyumbangkan empat medali emas untuk Kontingen Indonesia dalam ajang yang berlangsung pada 20–26 Januari 2026. Capaian itu dinilai sebagai prestasi luar biasa sekaligus bukti keberhasilan pembinaan atlet disabilitas di daerah.

“Ini bukan hanya kemenangan bagi atlet, tetapi juga kebanggaan bagi Kabupaten Kuningan. Mereka telah menunjukkan bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk berprestasi di level internasional,” ujar Wibawa

Hal tersebut disampaikan Ketua NPCI Kabupaten Kuningan, Wibawa Gumbira, S.Sos., M.Pd., saat ditemui usai kegiatan di Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kuningan, Rabu (28/1/2026).

Wibawa merinci, dari total 135 medali yang diraih Tim Nasional NPCI Indonesia, atlet asal Kuningan berkontribusi signifikan dengan empat emas. Hilman meraih satu emas dari cabang angkat berat, Insan menyumbang satu emas dari atletik, sementara Deva tampil gemilang di bulu tangkis dengan membawa pulang dua medali emas.

Menurutnya, pencapaian tersebut tidak lepas dari kerja keras atlet, pelatih, serta dukungan berbagai pihak yang konsisten dalam mendukung olahraga disabilitas. Ia menegaskan, NPCI Kuningan akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan agar prestasi serupa dapat terus berlanjut.

“Prestasi ini harus menjadi pemantik semangat bagi atlet disabilitas lainnya di Kuningan. Kita ingin semakin banyak atlet yang berani bermimpi dan bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” katanya.

Terkait penghargaan, Wibawa mengungkapkan bahwa reward dari pemerintah pusat dan provinsi telah disiapkan. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga akan memberikan apresiasi khusus kepada para atlet berprestasi tersebut.

“Insyaallah penyerahan reward dari Pak Bupati akan dilaksanakan pada 2 Februari 2026, bertepatan dengan apel pagi di Lapangan Setda Kuningan,” jelasnya.

Ia berharap, keberhasilan tiga atlet ini semakin memperkuat citra Kabupaten Kuningan sebagai daerah yang inklusif, sekaligus menunjukkan bahwa olahraga disabilitas memiliki potensi besar untuk mengangkat nama daerah di kancah internasional.

“NPCI Kuningan akan terus hadir dan memastikan atlet-atlet disabilitas mendapat ruang, kesempatan, dan dukungan yang layak untuk berprestasi,” pungkas Wibawa.***