KUNINGAN, (VOX) – .Penggalangan dana kemanusiaan yang dilakukan Aparatur Sipil Negara Kabupaten Kuningan mencatat capaian signifikan dengan total dana terkumpul sebesar Rp1,1 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp300 juta secara khusus dialokasikan untuk membantu masyarakat Kabupaten Kuningan yang terdampak bencana alam, seperti longsor, kebakaran, dan musibah lainnya.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa alokasi bantuan bagi korban bencana lokal merupakan bentuk empati sekaligus kehadiran negara bagi warganya. “Dari total dana yang terkumpul, Rp300 juta kita alokasikan khusus untuk korban bencana di Kabupaten Kuningan. Ini bentuk empati dan tanggung jawab kita kepada masyarakat sendiri,” ujar Bupati dalam amanat apel pagi, Senin (29/12).

Ia menambahkan, kepedulian ASN tidak hanya ditujukan bagi daerah lain yang tertimpa bencana, tetapi juga harus dirasakan langsung oleh masyarakat Kuningan yang sedang mengalami musibah. “Kita ingin memastikan bahwa ASN Kuningan hadir, peduli, dan ikut merasakan duka masyarakatnya,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kuningan atas peran aktifnya dalam penanganan korban bencana. Ia mengutip pernyataan Bupati Kuningan yang menyebut Baznas sebagai “embun di padang pasir”. “Di tengah keterbatasan dan kondisi darurat, peran Baznas benar-benar menjadi embun di padang pasir, kecil tapi sangat berarti bagi masyarakat terdampak,” ungkap Indra Bayu.

Pria yang akrab disapa Ibe itu menjelaskan bahwa sebanyak 30 rumah warga akan menerima bantuan dana stimulan sesuai ketentuan Peraturan Daerah sebesar Rp10 juta per rumah. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi warga dengan kategori rumah rusak berat akibat bencana alam. “Stimulan ini diberikan sesuai perda, Rp10 juta per rumah, dan kami dahulukan untuk kategori rumah rusak berat,” jelasnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Kuningan, total rumah terdampak bencana dari berbagai kategori mencapai sekitar 50 unit. Saat ini, bantuan tahap awal baru diberikan kepada 30 rumah. Penyaluran dilakukan secara bertahap, sebagian melalui Kantor Baznas Kuningan, sebagian secara simbolis pada apel pagi, dan selanjutnya akan diserahkan langsung oleh Bupati Kuningan ke titik-titik lokasi bencana. “Untuk sisanya, kami sudah berkoordinasi dengan Baznas Kuningan agar menjadi prioritas penanganan ke depan,” tambah Ibe.

Selain dialokasikan untuk korban bencana di Kuningan, sebagian dana penggalangan ASN juga disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional RI untuk membantu penanganan bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera. Namun Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan bahwa perhatian terhadap korban bencana lokal tetap menjadi komitmen yang tidak diabaikan.

Melalui penggalangan dana ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat solidaritas sosial.***