VOXPOPULI.CO.ID – Rektor Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan, Dr. Nurul Iman Hima Amrullah, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta memiliki integritas dan akhlak yang kuat.

Pesan tersebut disampaikan dalam kata sambutannya pada Rapat Terbuka Senat Universitas Islam Al-Ihya Kuningan dalam rangka Wisuda ke-XI Program Sarjana (S1) dan Magister (S2).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi.

Menurutnya, prosesi wisuda bukan sekadar seremoni akademik atau penyematan toga, melainkan menjadi penanda keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan salah satu tahapan penting kehidupan melalui perjuangan, kerja keras, dan ketekunan.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para orang tua dan wali wisudawan yang telah memberikan dukungan, pengorbanan, serta doa selama putra-putrinya menempuh pendidikan di UNISA Kuningan.

“Keberhasilan para wisudawan hari ini merupakan buah dari pengorbanan yang tidak terhitung jumlahnya serta doa-doa orang tua yang tidak pernah putus,” demikian pesan yang disampaikan Rektor.

Rektor UNISA Kuningan mengingatkan bahwa para lulusan akan memasuki dunia nyata yang tengah mengalami perubahan besar akibat perkembangan teknologi dan transformasi digital.

Menurutnya, kemajuan Artificial Intelligence (AI), otomatisasi sistem, serta pengolahan big data telah mengubah lanskap dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun global.

Kondisi tersebut membuat dunia industri dan masyarakat tidak lagi hanya mempertimbangkan ijazah maupun indeks prestasi kumulatif (IPK). Lebih dari itu, lulusan perguruan tinggi dituntut mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.

Karena itu, gelar Sarjana dan Magister yang diperoleh para wisudawan bukanlah jaminan untuk berhenti belajar, melainkan menjadi bekal untuk terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi.

Ia menekankan pentingnya kemampuan reskilling dan upskilling, berpikir kritis (critical thinking), kecerdasan emosional, serta ketahanan mental (resilience).

Kemampuan tersebut dinilai menjadi modal penting agar lulusan tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi juga dapat mengambil peran sebagai pemimpin dan penggerak kemajuan.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih, Rektor menegaskan bahwa ada nilai-nilai kemanusiaan yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan, yakni akal budi, adab, dan empati.

Sebagai lulusan Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, para wisudawan diharapkan tidak hanya memiliki keahlian akademik sesuai bidang masing-masing, tetapi juga menjadi insan yang berakhlakul karimah.

Ia mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai kompas moral dalam mengambil setiap keputusan profesional.

Kejujuran, integritas, dan amanah harus menjadi karakter utama yang melekat pada setiap lulusan UNISA Kuningan.

Selain itu, para alumni diharapkan tetap menjaga kearifan lokal dan nilai-nilai luhur masyarakat Kuningan, termasuk kepedulian terhadap lingkungan serta kehidupan sosial.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus tetap diarahkan untuk memberikan manfaat bagi kemanusiaan dengan berlandaskan nilai spiritual dan adab.

Dalam sambutannya, Rektor UNISA Kuningan juga menitipkan empat pesan penting sebagai bekal bagi para lulusan dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Pertama, menjadi pembelajar sepanjang hayat (Life Long Learner).

Para lulusan diminta tidak pernah berhenti membaca, meneliti, dan memperluas wawasan. Setiap ruang kehidupan harus dijadikan tempat belajar, sementara setiap orang yang ditemui dapat menjadi sumber pengetahuan.

Kedua, menjadi pencipta peluang (Value Creator).

Rektor mendorong para alumni agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi berani menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru (job creator).

Bekal keilmuan, kreativitas, dan kewirausahaan yang diperoleh selama kuliah diharapkan mampu melahirkan solusi terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

Ketiga, mempertahankan jejaring dan kolaborasi.

Menurutnya, era saat ini merupakan era kolaborasi. Karena itu, para alumni diharapkan tetap menjaga hubungan melalui Ikatan Alumni UNISA Kuningan serta membangun sinergi dan saling mendukung dalam berbagai bidang.

Keempat, menjaga nama baik almamater.

Rektor mengingatkan bahwa nama baik Universitas Islam Al-Ihya Kuningan juga berada di pundak para alumninya.

Para lulusan diharapkan mampu menunjukkan kualitas dan martabat almamater melalui karya nyata, prestasi, serta perilaku yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada bagian akhir sambutannya, Rektor menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua dan wali wisudawan atas kepercayaan yang telah diberikan kepada UNISA Kuningan dalam mendidik dan membimbing putra-putri mereka.

Ia juga menyampaikan doa agar seluruh lulusan diberikan kesehatan, kemudahan rezeki, kesuksesan, serta keberkahan dalam menjalani perjalanan baru di tengah masyarakat.

Rektor berharap Universitas Islam Al-Ihya Kuningan terus berkembang dan menjadi lembaga pendidikan tinggi yang konsisten mencetak generasi unggul, beriman, bertakwa, serta memiliki daya saing global.

Melalui momentum Wisuda ke-XI ini, UNISA Kuningan diharapkan tidak hanya melahirkan lulusan dengan kompetensi akademik, tetapi juga generasi yang mampu memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, nilai keislaman, dan kepedulian sosial.

Dengan demikian, para alumni dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bangsa, dan masyarakat luas.

(UGI)