VOXPOPULI.CO.ID – Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menyerahkan petikan Surat Keputusan (SK) penugasan kepada 50 kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Senin (2/11/2026).

Penyerahan SK tersebut berlangsung di Halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, bertepatan dengan kegiatan apel pagi. Penugasan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas kepemimpinan sekolah sekaligus meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Kuningan.

Dari total 50 kepala sekolah yang menerima SK, terdiri atas dua kepala TK, 41 kepala SD, dan tujuh kepala SMP. Rinciannya, sebanyak 40 orang mendapatkan promosi jabatan, sementara 10 lainnya menjalani mutasi atau rotasi.

Dalam arahannya, Bupati Dian menyampaikan ucapan selamat kepada para kepala sekolah yang mendapatkan amanah baru. Ia berharap mereka segera menjalankan tugas di sekolah masing-masing, terutama untuk mengisi kekosongan jabatan dan memperbaiki iklim pendidikan.

Menurutnya, kepala sekolah memiliki posisi penting dalam menggerakkan seluruh potensi pendidikan. Karena itu, jabatan tersebut harus dijalankan dengan kepemimpinan yang kuat, tanggung jawab, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan.

“Ini sebagai bagian dari ikhtiar kita untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan agar iklim pendidikan di Kuningan semakin sehat. Mudah-mudahan setelah dilantik, mereka segera bergerak menempati posnya masing-masing,” ungkapnya.

Selain penguatan kepemimpinan sekolah, Bupati Dian turut menyoroti persoalan literasi yang masih menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan.

Ia mengingatkan adanya fenomena buta huruf fungsional, yakni kondisi ketika seseorang mampu membaca dengan lancar, tetapi belum tentu memahami substansi bacaan, menyimpulkan informasi, maupun menyusun argumentasi berdasarkan materi yang dibaca.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada guru maupun kepala sekolah. Diperlukan pembenahan sistem pendidikan secara menyeluruh, mulai dari pengurangan beban administrasi, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, pemerataan guru profesional, hingga penguatan kompetensi pedagogik.

Bupati Dian juga menyampaikan bahwa Kabupaten Kuningan direncanakan mendapatkan program revitalisasi ratusan sekolah pada tahun mendatang.

Namun, ia menegaskan bahwa pembangunan sarana dan prasarana pendidikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas guru serta mutu proses pembelajaran.

Hal lain yang menjadi perhatian Bupati Dian adalah kondisi kesejahteraan dan finansial tenaga pendidik.

Dalam arahannya, ia mengungkapkan adanya data survei yang menunjukkan sekitar 42 persen guru menghadapi persoalan pinjaman online (pinjol).

Jika dikaitkan dengan perkiraan jumlah guru di Kabupaten Kuningan yang mencapai 8.000 orang, angka tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian serius melalui pemetaan dan penanganan lebih lanjut.

Bupati Dian menilai tekanan ekonomi yang dialami sebagian tenaga pendidik berpotensi memengaruhi kenyamanan dan konsentrasi mereka dalam menjalankan tugas profesional.

Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan mengambil langkah konkret melalui edukasi pengelolaan keuangan serta peningkatan pemahaman mengenai layanan pinjaman yang aman dan legal.

“Saya tugaskan kepada Pak Kadisdik untuk memberikan edukasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Kita perlu mengetahui penyebabnya dan mencari solusi bersama, sehingga persoalan finansial tidak sampai mengganggu konsentrasi guru dalam menjalankan tugas mendidik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian juga mengungkapkan rencana penyelenggaraan seminar nasional untuk memperingati Hari Guru.

Kegiatan tersebut direncanakan menghadirkan narasumber tingkat nasional dengan melibatkan sekitar 5.000 peserta.

Ia berharap seminar tersebut dapat menjadi ruang peningkatan kapasitas, berbagi pengalaman, sekaligus refleksi bagi para tenaga pendidik dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan dunia pendidikan.

Menutup arahannya, Bupati Dian berpesan agar seluruh kepala sekolah yang baru menerima penugasan mampu menjalankan amanah dengan penuh dedikasi, integritas, dan tanggung jawab.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pendidik tidak semata-mata diukur dari aspek materi, melainkan juga dari kontribusinya dalam membentuk generasi penerus bangsa.

“Profesi pendidik mungkin tidak menjadikan kaya materi, tetapi kaya hati. Kebanggaan terbesar seorang pendidik adalah melihat anak didiknya berhasil menjadi orang-orang hebat di kemudian hari,” pungkasnya.

Penyerahan SK kepada 50 kepala sekolah ini diharapkan menjadi momentum memperkuat tata kelola pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik di Kabupaten Kuningan.

(UGI)