KUNINGAN(VOX) – Pemerintah Kabupaten Kuningan menargetkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di setiap kecamatan guna menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, saat kegiatan GPM di Kasturi, Rabu (25/2/2026).
Menurut Wahyu, program GPM merupakan agenda rutin pemerintah daerah yang dilaksanakan secara bergilir di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan.
“Dalam satu tahun kami menargetkan 32 kali pelaksanaan, artinya setiap kecamatan mendapat satu kesempatan. Tahun ini baru 25 kegiatan, tetapi kami terus mengusulkan tambahan kuota ke provinsi dan pemerintah pusat,” ujarnya.
Program ini difokuskan pada momen strategis seperti Ramadan dan Idul Fitri, Idul Adha, Hari Jadi Kuningan, serta periode akhir tahun dan Natal Tahun Baru. Untuk Ramadan dan Idul Fitri, pemerintah daerah menyiapkan sekitar 16 kegiatan, sementara Idul Adha direncanakan sekitar 10 kegiatan.
Wahyu menegaskan, distribusi lokasi GPM kini menggunakan indikator ketahanan pangan berbasis Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA). Pendekatan tersebut memastikan pemerataan layanan sehingga tidak terpusat di wilayah kota saja.
“Sekarang pembagian lebih adil. Setiap kecamatan mendapat giliran, lalu pelaksanaannya bergeser antar desa dari tahun ke tahun,” katanya.
Beberapa kecamatan seperti Pasawahan, Ciawigebang, dan Ciniru telah menjadi lokasi pelaksanaan GPM pada periode sebelumnya. Sementara kecamatan lain akan dijadwalkan secara bergilir sesuai kebutuhan dan kebijakan pemerintah pusat.
Melalui program ini, pemerintah daerah menyediakan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pengendalian inflasi daerah.
Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap dukungan anggaran yang lebih baik di masa mendatang memungkinkan pelaksanaan GPM ditingkatkan hingga dua atau tiga kali lipat dari jumlah saat ini, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.***





Tinggalkan Balasan