
KUNINGAN, (VOX) – Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya dalam menjaga kerukunan dan kebebasan beragama melalui Perayaan Natal GPDI Pantekosta Kuningan yang digelar di Gedung Sanggar Riang, Sabtu 20 Desember 2025. Perayaan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri tokoh lintas gereja, jemaat, serta unsur pemerintah daerah.
Sambutan pemerintah daerah disampaikan oleh Tuti Andriani selaku Wakil Bupati Kuningan.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh jemaat Nasrani di Kabupaten Kuningan yang akan merayakan Natal, sekaligus menyampaikan ucapan Selamat Natal 2025 dan Selamat Menyongsong Tahun Baru 1 Januari 2026.
“Perayaan Natal bukan hanya peringatan kelahiran Sang Juru Selamat, tetapi juga momentum spiritual untuk menemukan kembali nilai-nilai luhur seperti kasih, pengharapan, kerendahan hati, dan pelayanan. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi kuat dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun, damai, dan saling menghargai di tengah keberagaman,” ujarnya.
Wakil Bupati juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar yang tidak dapat hadir secara langsung karena agenda kedinasan yang tidak bisa ditinggalkan. Meski demikian, Bupati Kuningan menitipkan salam hangat kepada seluruh jemaat Nasrani di Kabupaten Kuningan.
Dalam kesempatan tersebut, Tuti Andriani mengapresiasi peran aktif gereja dan organisasi keagamaan, khususnya GPDI Pantekosta Kuningan, yang selama ini turut berkontribusi menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat persaudaraan kebangsaan, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Pemerintah Kabupaten Kuningan senantiasa berkomitmen untuk menjamin kebebasan beragama dan beribadah bagi seluruh warga, serta terus mendorong terwujudnya kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran, dan saling menguatkan. Sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen keagamaan menjadi kunci dalam mewujudkan Kuningan yang aman dan damai,” tegasnya.
Ia berharap perayaan Natal dapat menjadi penggerak tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, gereja, maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, perbedaan harus dipandang sebagai kekuatan, sementara persatuan menjadi jalan bersama menuju kemajuan daerah dan bangsa.
Perayaan Natal tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kuningan Toni Kusumanto, Ketua Panitia Natal Rachel Sigalingging, serta Wakil Ketua Panitia Aris Sihombing. Hadir pula para pendeta dan jemaat GPDI Kabupaten Kuningan, Kenned Ozwar dari GKI, Novelia Butarbutar dari IKP, Ketua Himpunan Batak Kuningan Dugar Tampubolon beserta seluruh anggota, serta perwakilan pendeta dari gereja Pantekosta.
Kehadiran lintas unsur tersebut menjadi cerminan kuatnya semangat toleransi dan persaudaraan di Kabupaten Kuningan, sekaligus menegaskan perayaan Natal sebagai momentum mempererat persatuan dalam bingkai kebhinekaan.***









Tinggalkan Balasan