
KUNINGAN, (VOX) – Kementerian Kebudayaan RI bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan dan anggota DPR RI Komisi XII Rokhmat Ardiyan menggelar Sarasehan Budayawan dan Seniman di Kajene Forest, Jumat (3/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat arah kebijakan kebudayaan sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Sarasehan tersebut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Kuningan, unsur Forkopimda, serta jajaran instansi kebudayaan dari tingkat provinsi hingga daerah, bersama para budayawan dan seniman.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka antara pemerintah dan pelaku budaya untuk menyerap aspirasi serta merumuskan langkah konkret dalam pemajuan kebudayaan. Sejumlah isu strategis mengemuka, mulai dari regenerasi seniman, pelestarian warisan budaya, hingga penguatan ekosistem industri kreatif.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kebudayaan harus ditempatkan sebagai kekuatan strategis nasional yang mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Kebudayaan tidak boleh hanya berhenti pada pelestarian, tetapi harus kita dorong menjadi kekuatan ekonomi dan soft power Indonesia di tingkat global. Ini adalah mandat konstitusi yang harus kita jalankan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Dian Rachmat Yanuar menyoroti pentingnya keberpihakan terhadap pelaku seni dan budaya, khususnya dalam aspek regenerasi dan kesejahteraan.
“Para seniman dan budayawan adalah benteng terakhir dalam menjaga warisan leluhur. Karena itu, pembangunan tidak cukup hanya fisik, tetapi juga harus memperkuat infrastruktur budaya sebagai jati diri daerah,” katanya.
Di sisi lain, anggota DPR RI, H. Rokhmat Ardiyan menilai bahwa Kuningan memiliki potensi besar sebagai daerah berbasis budaya dan sejarah yang perlu dioptimalkan secara berkelanjutan.
“Kuningan memiliki kekuatan sejarah dan budaya yang besar. Ke depan, ini harus kita dorong menjadi sumber ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal,” ujarnya.
Sarasehan ini juga menjadi momentum memperkuat jejaring kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan komunitas budaya. Diharapkan, forum ini mampu melahirkan gagasan serta rekomendasi kebijakan yang berdampak nyata bagi pelestarian budaya sekaligus peningkatan kesejahteraan pelaku seni di Kabupaten Kuningan.***









Tinggalkan Balasan