KUNINGAN — Pimpinan baru Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Kuningan periode 2026-2027, Roy Aldillah mulai menegaskan arah gerakan baru usai resmi dilantik. Mengusung tagline “Progresif Berkemajuan”, kepengurusan baru IMM Kuningan berkomitmen meninggalkan pola gerakan lama yang dinilai stagnan dan mulai menyesuaikan diri dengan perkembangan era digital.

Dalam wawancara usai pelantikan, Roy menyampaikan bahwa fokus utama organisasi dalam tiga bulan pertama kepengurusan adalah pengkaderan.

“Yang paling utama dan harus diutamakan itu pengkaderan. Tiga bulan pertama pasti fokus di pengkaderan,” ujarnya kepada vox, Selasa (19/05) di Kopi Hawu.

Selain penguatan kaderisasi, IMM Kuningan juga menyiapkan peningkatan kapasitas kader pada fase berikutnya sebelum nantinya masuk pada pergerakan langsung di tengah masyarakat.

“Untuk tiga bulan kedua itu peningkatan kapasitas teman-teman kader. Tiga bulan selanjutnya kita akan terjun langsung dalam pergerakan,” katanya.

Tak hanya itu, pada tahap akhir kepengurusan satu tahun ke depan, IMM Kuningan juga menargetkan proses pendiasporaan kader agar mampu memberikan dampak lebih luas di berbagai sektor.

Ketua baru IMM Kuningan juga menegaskan bahwa gaya kepemimpinannya akan berbeda dibanding periode sebelumnya. Menurutnya, perubahan pola gerakan menjadi hal penting agar organisasi tidak berjalan monoton.

“Tentu ada perbedaan. Karena kepribadian berbeda dan hari ini kita punya tagline Progresif Berkemajuan. Teman-teman kader harus melakukan hal-hal progresif untuk mencapai berkemajuan tersebut,” ungkapnya.

Ia menilai organisasi mahasiswa saat ini tidak bisa lagi menggunakan pola lama atau gerakan yang sudah usang. Menurutnya, tantangan zaman menuntut kader IMM lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dunia digital.

“Karena hari ini kita berbicara dengan dunia digital, kita harus bisa melek terhadap digital sehingga bisa mengikuti perubahan zaman,” lanjutnya.

IMM Kuningan juga memastikan akan melakukan perubahan dalam pola dan arah gerakan organisasi. Langkah tersebut dinilai penting agar organisasi tidak mengalami stagnasi.

“Mungkin kita akan sedikit merubah cara gerak dan pola pergerakan. Karena kalau terus monoton seperti yang sudah- sudah tentunya akan stagnan di situ terus,” katanya.

Dalam kepemimpinannya, IMM Kuningan menegaskan bahwa kebermanfaatan untuk umat menjadi nilai utama yang akan terus dikedepankan.

“Yang paling penting dalam ber-IMM itu kepentingan untuk umat. Jadi kader bisa bermanfaat untuk umat,” tegasnya.

Di akhir wawancara, ia berharap kepengurusan IMM Kuningan periode 2026-2027 mampu memberikan dampak nyata mulai dari lingkungan keluarga hingga tingkat nasional.

“Kader-kader pun bisa berdampak untuk umat, kecilnya untuk keluarga, luasnya untuk Kabupaten Kuningan, dan nasionalnya untuk Indonesia tercinta,” pungkasnya.***