
KUNINGAN, (VOX) – Partai Solidaritas Indonesia terus memperkuat konsolidasi politiknya di Kabupaten Kuningan menjelang pemilihan legislatif mendatang. Melalui penguatan struktur organisasi dan mesin partai, PSI menargetkan mampu meraih sedikitnya lima kursi di DPRD Kabupaten Kuningan. Target tersebut disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPW PSI Jawa Barat Novan Andri saat menghadiri agenda konsolidasi partai di Teras Mahar Resto Kuningan bersama jajaran pengurus daerah.
Novan menilai perolehan lima kursi menjadi angka strategis bagi PSI. Dengan jumlah tersebut, partai berlambang bunga mawar itu berpeluang membentuk satu fraksi di DPRD sehingga memiliki kekuatan politik yang lebih solid di parlemen daerah.
“Target kita di Kabupaten Kuningan minimal lima kursi. Jika sudah lima kursi maka PSI bisa membentuk satu fraksi di DPRD. Dengan satu fraksi itu kita juga memiliki peluang lebih besar untuk mengusung calon kepala daerah dari PSI,” ujar Novan, Jumat (13/03).
Menurutnya, target di tingkat kabupaten tersebut merupakan bagian dari strategi besar PSI di Jawa Barat. DPW PSI Jawa Barat sendiri menargetkan perolehan sekitar lima juta suara pada pemilu mendatang.
Ia menjelaskan bahwa jumlah tersebut dinilai realistis jika melihat potensi pemilih di Jawa Barat yang mencapai sekitar 35 juta orang. Dengan target lima juta suara, PSI membidik perolehan sekitar sebelas hingga empat belas persen suara di tingkat provinsi.

“Kalau bicara lima juta suara, itu bahkan bisa melampaui capaian beberapa partai besar saat ini. Artinya target itu bukan sekadar angka, tetapi bagian dari strategi memperkuat posisi PSI di Jawa Barat,” katanya.
Di tingkat daerah, Ketua DPD PSI Kabupaten Kuningan Erna Suherna menyatakan pihaknya tengah fokus memperkuat konsolidasi internal sekaligus menyiapkan berbagai langkah untuk membesarkan partai.
Menurut Erna, penguatan struktur dan kaderisasi menjadi prioritas agar PSI mampu bersaing pada pemilu mendatang.
“Kami sedang mempersiapkan berbagai langkah untuk membesarkan PSI di Kabupaten Kuningan. Target minimal lima kursi DPRD menjadi motivasi bagi seluruh kader untuk bekerja lebih maksimal,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Dewan Pembina PSI Kuningan Asep Papay menilai perkembangan elektabilitas PSI secara nasional menunjukkan tren positif. Berdasarkan sejumlah survei politik, tingkat dukungan terhadap PSI disebut telah mencapai sekitar delapan persen. Ia menyebut peningkatan tersebut menjadi sinyal bahwa PSI mulai diperhitungkan dalam peta politik nasional.
“Beberapa partai besar mulai melihat pergerakan PSI. Itu terlihat dari hasil survei dan dinamika politik yang ada. Artinya PSI mulai diperhitungkan sebagai kekuatan baru dalam politik nasional,” kata Asep.
Untuk memperkuat basis politik di daerah, PSI juga menargetkan pembentukan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dapat rampung sepenuhnya pada bulan Juni.
Langkah ini dianggap penting untuk memperluas jaringan partai hingga ke tingkat akar rumput sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi pemilu mendatang.
Dengan konsolidasi organisasi yang semakin masif serta strategi politik berbasis data, PSI optimistis mampu meningkatkan perolehan suara sekaligus memperkuat posisi politiknya di daerah, termasuk di Kabupaten Kuningan.
“Kalau struktur partai kuat dan kerja politik berjalan maksimal, kami yakin ke depan PSI akan semakin diperhitungkan baik di tingkat nasional maupun daerah,” pungkasnya.***












Tinggalkan Balasan