
VOXPOPULI.CO.ID – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 tahun ini dipastikan tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Pemerintah Kabupaten Kuningan menyiapkan rangkaian kegiatan dengan konsep yang lebih meriah, kreatif dan melibatkan masyarakat secara langsung.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, memastikan rangkaian Hari Jadi tahun 2026 dikemas berbeda dibanding tahun sebelumnya. Sejumlah kegiatan bahkan mendapat sentuhan baru, mulai dari Karnaval Budaya, Ciremai Coffee Culture, Seba Sapton dan Babarit, hingga Melesat Run dengan hadiah dua tiket umrah dan sepeda motor.
Penyelenggaraan rangkaian Hari Jadi ke-528 tersebut berada di bawah koordinasi langsung U. Kusmana yang ditunjuk Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar sebagai ketua pelaksana.
Menurut U. Kusmana, konsep tersebut merupakan bagian dari keinginan Bupati agar Hari Jadi Kuningan benar-benar memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat.
“Tahun ini kita ingin Hari Jadi Kuningan tidak monoton,” ujar U. Kusmana usai rapat koordinasi Hari Jadi, didampingi Kabag Prokompim Setda Kuningan, Ucu Sukmawati yang juga dipercaya sebagai Sekretaris Panitia Hari Jadi.

Salah satu agenda yang mengalami perubahan konsep adalah Karnaval Budaya. Jika sebelumnya pawai lebih bersifat umum, tahun ini setiap kecamatan akan mengangkat sejarah Kuningan dari masa ke masa.
“Beberapa kegiatan kita kemas tidak seperti tahun sebelumnya, seperti Karnaval Budaya yang memiliki tema sejarah Kuningan dari masa ke masa, dimana para Camat akan menampilkan tema sejarah dimaksud dengan keanekaragaman costum sesuai zamannya dan dimeriahkan pula oleh peserta karnaval lainnya yang tentunya disertai penampilan yang menghibur masyarakat sehingga diharapkan antusiasme masyarakat dalam melihat pawai lebih meningkat, rutenya dari Bunderan Cijoho ke arah taman kota,” terang Sekda, Sabtu (29/08).
Konsep berbeda juga diterapkan pada agenda pameran pembangunan yang selama beberapa tahun terakhir dinilai mengalami penurunan animo masyarakat.
Tahun ini, agenda tersebut digantikan dengan Ciremai Coffee Culture bertajuk “Melesat Bersama Aroma Kopi”. Kegiatan tersebut diarahkan menjadi ruang promosi bagi UMKM sekaligus mengangkat potensi komoditas kopi Kabupaten Kuningan.
U. Kusmana yang pernah menjabat sebagai Kadiskopdagperin menyebut potensi kopi Kuningan cukup besar. Pada 2025, produksi kopi Kuningan disebut mencapai 1.157 ton dan menjadi yang terbesar kedua di Jawa Barat untuk jenis robusta.
“Kita tahu potensi Kopi Kuningan itu besar, tahun 2025 produksi Kopi Kuningan mencapai 1.157 ton, terbesar kedua di Jawa Barat, untuk jenis robusta. Belum lagi varietas lain seperti arabika hingga liberika. Nah ajang ini akan menjual berbagai komoditas kopi dalam berbagai bentuk minuman dan makanan,” ujar Sekda.
Tidak hanya soal hiburan, sejumlah tradisi budaya juga dikemas ulang agar lebih menarik bagi masyarakat. Seba Sapton dan Babarit, misalnya, tahun ini disatukan dalam satu rangkaian kegiatan.
“Seba Sapton yang biasanya terpisah dengan Babarit, diringkas dalam satu kemasan menarik, bahwa ketika prosesi pemberian Seba dari kademangan untuk Raja, akan di kembalikan kepada masyarakat dalam prosesi Babarit, helaran akan berlangsung dari taman kota ke Pendopo. Biasanya dilakukan pagi hari, tahun ini kita laksanakan dari siang hingga sore hari,” jelas U. Kusmana.
Dengan mengusung tema “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”, Pemkab Kuningan juga berupaya memperluas keterlibatan masyarakat sejak tahap awal persiapan.
Salah satunya terlihat dalam penentuan logo Hari Jadi. Pemerintah terlebih dahulu memilih sejumlah desain grafis terbaik, kemudian menyerahkannya kepada masyarakat untuk menentukan pilihan.
Kemasan perayaan tahun ini juga akan diramaikan sejumlah pesohor dan artis ibu kota yang disebut memiliki kedekatan dengan Bupati Kuningan. Di antaranya Charlie Van Houten, Bedu, Ohang, Ceu Popon, Yana Marvells, Rudy Caffeine, Sandri dan Sandro Karamoy.
Mereka dijadwalkan hadir dalam sejumlah agenda, termasuk Kirab Delman Hias dari Pendopo menuju Gedung DPRD, Sidang Paripurna Hari Jadi, Hiburan Rakyat serta Bupati Saba Lembur.
“Intinya, seluruh rangkaian kegiatan kita pastikan untuk memberikan kegembiraan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan,” ujar Sekda.
Kemeriahan Hari Jadi juga akan diperluas ke sektor usaha. Bupati Kuningan menginstruksikan pihak swasta memberikan program potongan harga bagi masyarakat selama momentum Hari Jadi.
Hal itu dituangkan melalui Surat Edaran Nomor 500.2/1775/2026 tentang Pemberlakuan Program Potongan Harga/Diskon Barang di Toko Modern, Pusat Perbelanjaan dan Perhotelan Dalam Rangka Memeriahkan Hari Jadi ke-528 Kuningan.
Diskon tersebut dapat dinikmati masyarakat pada rumah makan, kafe, hotel hingga tiket wahana rekreasi.
“Besaran diskon dengan kisaran antara 10 hingga 70 persen, sesuai kebijakan internal mereka, berlangsung di satu hingga dua September 2026. Semua even selain menghibur masyarakat, juga diharapkan berdampak pada peningkatan perekonomian terutama pelaku UMKM,” ungkap Sekda.
Sementara itu, Ucu Sukmawati memaparkan bahwa rangkaian Hari Jadi ke-528 sebenarnya telah dimulai sejak awal Agustus melalui Kick Off Turnamen Sepakbola Bupati Cup pada 1 Agustus 2026.
Agenda kemudian berlanjut dengan pencanangan Gema Saumima atau Gerakan Bersama Sauyunan Miara Makam pada 21 Agustus.
Pada 26 Agustus, Pemkab Kuningan menggelar Haul Syekh Maulana Akbar, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Istigosah atau doa bersama dan Tabligh Akbar yang turut menghadirkan Ustad Solmed.
Kemudian pada 27 Agustus dilaksanakan ziarah ke makam leluhur dan makam para Bupati Kuningan terdahulu, baik di wilayah Kuningan maupun luar Kuningan. Tahun ini jumlah makam yang dijangkau disebut mencapai 21 lokasi.
Rangkaian ziarah dilanjutkan ke makam Sunan Gunung Djati pada Senin, 31 Agustus 2026.
Memasuki puncak Hari Jadi pada 1 September, agenda akan diisi Sidang Paripurna Hari Jadi. Pada sore harinya berlangsung final Bupati Cup di Stadion Mashud dengan kehadiran Persib Legend.
Malam harinya, masyarakat Kuningan akan mendapatkan hiburan dari Charlie Van Houten dan sejumlah artis lainnya.
Agenda berikutnya masih berlanjut. Khitanan massal dijadwalkan pada 3 September di RSUD Linggajati.
Sehari kemudian, Ciremai Coffee Culture resmi dibuka dan berlangsung selama tiga hari.
Pada 5 September, masyarakat akan disuguhi Seba Sapton dan Babarit. Kemudian pada 6 September digelar Melesat Run yang menawarkan hadiah utama dua tiket umrah dan sepeda motor.
Rangkaian berikutnya adalah Bupati Saba Lembur yang dijadwalkan berlangsung di Desa Subang pada 8 September dan Desa Mandirancan pada 10 September.
Seluruh rangkaian tersebut kemudian ditutup dengan Karnaval Budaya pada Minggu, 13 September 2026.
Dengan banyaknya agenda yang tersebar di berbagai lokasi dan melibatkan masyarakat, Pemkab Kuningan berharap Hari Jadi ke-528 tidak hanya menjadi perayaan simbolis, tetapi juga menjadi momentum menggerakkan aktivitas ekonomi daerah sekaligus memperkuat identitas budaya Kuningan.***












Tinggalkan Balasan