KUNINGAN(VOX) – Pelayanan kesehatan publik tidak cukup hanya mengandalkan kecanggihan medis dan kerapihan administrasi. Lebih dari itu, kualitas layanan sangat ditentukan oleh kepemimpinan yang berintegritas, berani mengambil keputusan, dan mampu menyentuh sisi kemanusiaan masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. saat membuka Workshop Penguatan Sinergitas Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Tahun 2026 yang dikemas dalam bentuk retreat, di Bumi Perkemahan Pasir Batang, Desa Karangsari, Kecamatan Darma, Jumat (23/1/2026).

Berbicara di hadapan Kepala UPTD Puskesmas, Kepala Labkesda, serta pengelola Gudang Farmasi, Bupati Dian menempatkan kepemimpinan sebagai titik krusial dalam tata kelola layanan kesehatan daerah.

“Inti organisasi adalah manajemen, inti manajemen adalah kepemimpinan, dan inti kepemimpinan adalah pengambilan keputusan. Di situlah kualitas pelayanan publik diuji,” tegas Dian.

Dalam perspektif Bupati, unit layanan kesehatan merupakan etalase langsung pemerintah daerah di mata masyarakat. Buruk atau baiknya pelayanan akan berbanding lurus dengan tingkat kepercayaan publik.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan kepala daerah tidak berdiri sendiri, melainkan bergantung pada kinerja dan etos pelayanan seluruh jajaran di lapangan.

“Keberhasilan Bupati ada di tangan Bapak Ibu semua. Jika pelayanan buruk, maka kepercayaan masyarakat runtuh. Karena itu, jangan hanya melayani dengan prosedur, tapi dengan nurani dan empati,” ujarnya.

Selain menyoroti aspek kepemimpinan, Dian juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi, terutama dalam pengelolaan anggaran dan penyajian data kesehatan.

Menurutnya, kebijakan kesehatan yang tepat hanya dapat lahir dari data yang valid dan pengelolaan dana yang bersih. Ia pun mengingatkan seluruh ASN kesehatan untuk menjaga netralitas dan etika profesi.

“Integritas adalah harga mati. Di era media sosial, satu kesalahan kecil bisa berubah menjadi krisis kepercayaan publik yang besar,” kata Dian mengingatkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dr. H. Edi Martono, MARS menjelaskan bahwa kegiatan retreat ini dirancang sebagai ruang membangun komunikasi yang lebih terbuka dan hubungan emosional yang solid antarunit layanan kesehatan.

Menurutnya, sinergi antara Dinas Kesehatan sebagai leading sector dengan puskesmas, Labkesda, dan Gudang Farmasi menjadi kunci peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh.

“Komunikasi yang baik akan melahirkan koordinasi yang kuat. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang lebih optimal,” ujarnya.

Melalui retreat ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan menargetkan terbentuknya ekosistem pelayanan kesehatan yang tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga kuat secara moral dan kepemimpinan.

Sinergi, integritas, dan keberanian mengambil keputusan diharapkan menjadi fondasi utama dalam menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah.***