
VOXPOPULI.CO.ID – Pelajar di Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, didorong tidak sekadar menjadi pengguna media sosial, tetapi turut mengambil peran sebagai aktor diplomasi publik Indonesia di ruang digital.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Social Project bertajuk “Empowering High School Students as Actors of Public Diplomacy: Social Project in Cibuntu Village Kuningan Regency” dan “Buzzer in Politics on Social Media” yang digelar mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional President University di Desa Wisata Cibuntu, Senin (17/8/2026).
Kegiatan tersebut digagas Clara Salsabila, Naira Farica Liya, Rendi Saefulloh Yusuf, Thomas William Pangutama, Valenia Iswandari Putri dan Zanaya Mauranisa, di bawah bimbingan dosen Program Studi Hubungan Internasional President University, Farid, S.S., M.P.A.
Farid mengatakan, perkembangan media sosial memberikan ruang luas bagi generasi muda untuk ikut memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional.
“Generasi muda memiliki posisi yang sangat penting dalam diplomasi publik. Mereka tidak harus menunggu menjadi diplomat untuk memperkenalkan Indonesia. Melalui media sosial dan konten kreatif, mereka sudah bisa menjadi aktor diplomasi publik,” ujar Farid.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar mendapatkan materi mengenai diplomasi publik dan konsep non-state actors dari perwakilan Direktorat Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI.
Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Ani Nigeriawati menyampaikan sambutan melalui video, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Arbaletta Kalinda, Diplomat Ahli Pertama Direktorat Diplomasi Publik.
Para peserta diperkenalkan dengan berbagai cara yang dapat dilakukan generasi muda untuk memperkenalkan budaya, pariwisata dan potensi Indonesia kepada masyarakat internasional melalui konten kreatif.
Tak hanya materi diplomasi publik, peserta juga dibekali kemampuan produksi konten oleh Hari Suryanto, S.Sn., M.Sn., dosen Program Studi Ilmu Komunikasi President University sekaligus juri dan mentor lomba video.
Para pelajar mendapatkan pemahaman mengenai teknik pengambilan gambar hingga strategi mengemas potensi daerah agar menarik bagi audiens digital.
Farid mengatakan, Desa Cibuntu memiliki potensi kuat untuk dijadikan bagian dari materi diplomasi publik karena memiliki kekayaan alam, budaya dan kehidupan masyarakat yang dapat diperkenalkan lebih luas.
“Cibuntu memiliki banyak cerita dan potensi yang bisa diperkenalkan ke publik yang lebih luas. Kami ingin para siswa melihat bahwa lingkungan mereka sendiri bisa menjadi bagian dari narasi Indonesia untuk dunia,” katanya.
Selain diplomasi publik, peserta juga diajak memahami fenomena buzzer politik, disinformasi dan pentingnya berpikir kritis dalam menyaring informasi di media sosial melalui sesi “Buzzer in Politics on Social Media”.
Sesi tersebut menghadirkan Ketua Program Studi Hubungan Internasional President University Sigit Andhi Rahman, S.I.P., M.A., Ph.D., serta Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Mohammad Raudy Gathmyr, S.Sos., M.Si.
Sebagai bentuk praktik, para pelajar kemudian mengikuti kompetisi pembuatan video promosi Desa Wisata Cibuntu. Mereka ditantang mengangkat potensi budaya, alam dan kehidupan masyarakat lokal untuk diperkenalkan kepada audiens global.
Kompetisi tersebut dimenangkan Kelompok 3 melalui karya berjudul “Experience Life Like a Local”. Karya tersebut dinilai mampu menampilkan pengalaman autentik kehidupan masyarakat Cibuntu sekaligus merepresentasikan nilai people-to-people diplomacy dalam membangun citra positif Indonesia.
Video karya peserta kemudian dipublikasikan melalui Instagram dan TikTok dengan tagar #GenZConnects #WonderfulVillage #IndonesiaToTheWorld.
Farid berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi, tetapi mampu mendorong pelajar untuk terus menghasilkan konten positif dan memperkenalkan potensi daerahnya.
“Kami berharap siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki keberanian untuk berkarya. Ketika mereka mampu menceritakan potensi daerahnya dengan baik dan bertanggung jawab, pada saat yang sama mereka sedang ikut memperkenalkan Indonesia kepada dunia,” pungkasnya.***












Tinggalkan Balasan