
KUNINGAN,(VOX) – Peta politik nasional kembali bergerak. Nina Bahtiar resmi meninggalkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusan tersebut dinilai sebagai langkah berani yang sarat perhitungan politik.
Putri mantan Kapolri Dai Bachtiar itu tak sekadar pindah partai. Ia langsung mendatangi DPP PSI di Jakarta dan diterima Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. Dalam pertemuan tersebut, Nina resmi mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI sekaligus mendapat arahan terkait kerja-kerja politik ke depan.
Sekretaris DPW PSI Jawa Barat, Sendi Fardiansyah, menyambut positif bergabungnya Nina.
“Kami menyambut baik bergabungnya Ibu Nina di PSI. Rekam jejak dan ketokohan beliau di Jawa Barat, khususnya di Indramayu, tentu menjadi energi dan semangat baru untuk PSI,” ujar Sendi.
Menurutnya, kehadiran Nina bukan sekadar menambah daftar kader, melainkan memperkuat barisan partai di tingkat provinsi.

“Mas Ketum sudah memberikan arahan khusus untuk Ibu Nina terkait kerja-kerja politik ke depan,” tambahnya.
Sendi juga memastikan, Nina akan mengambil peran strategis dalam penguatan struktur partai.
“Ibu Nina akan memperkuat struktur kepengurusan di DPW PSI Jawa Barat,” tegasnya.
Jawa Barat memang menjadi salah satu fokus utama konsolidasi PSI. Dengan jumlah pemilih terbesar secara nasional, provinsi ini dinilai sebagai medan strategis dalam kontestasi politik mendatang. Kehadiran Nina Bahtiar diharapkan mampu mendongkrak soliditas kader sekaligus memperluas basis dukungan.
Kini, langkah politik Nina memasuki babak baru. Dari PDIP ke PSI, ia tak ingin sekadar berpindah bendera. Tancap gas sudah dimulai, dan Jawa Barat menjadi panggung pembuktian berikutnya.***












Tinggalkan Balasan