
KUNINGAN, (VOX) – Lonjakan penumpang angkutan Lebaran mulai terasa di Terminal Kertawangunan Type A. DAMRI mencatat peningkatan signifikan sejak H-3 Idulfitri, dengan jumlah penumpang naik hingga 40 sampai 50 persen dibanding hari biasa.
Manajer Usaha DAMRI, Wendy Pradianda, mengatakan peningkatan ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik dan arus balik.
“Untuk penumpang sendiri mulai lonjakannya itu dari H-3 sampai dengan sekarang, penumpang masih ada,” ujar Wendy saat ditemui di Terminal Kertawangunan, Rabu 25 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, DAMRI mengerahkan tambahan armada, termasuk 10 unit bus pariwisata yang difungsikan sebagai armada bantuan.
“Kalau dari hari biasa sih kita sampai 40 persen ya, 45 sampai 50 persen karena ada bantuannya sebanyak 10 unit bus pariwisata kita kerahkan ke sini,” katanya.
Pada hari yang sama, DAMRI mencatat sedikitnya lima armada telah diberangkatkan sejak pagi dengan kapasitas penuh.

“Kita sudah dari pagi kan sudah lima bus berangkat dengan kapasitas 50 seat dan terisi semua, jadi sekitar 250 penumpang,” jelasnya.
Namun angka tersebut masih berpotensi bertambah hingga sore hari seiring pergerakan arus balik yang masih berlangsung. Di tengah lonjakan penumpang, DAMRI memastikan tidak ada kenaikan tarif tiket. Harga tetap mengikuti ketentuan normal, tanpa penyesuaian khusus musim Lebaran.
“Untuk tiket kita nggak ada kenaikan, tetap di tarif yang seperti biasa,” tegas Wendy.
Selain itu, sistem keberangkatan juga dibuat lebih fleksibel. Bus tidak lagi terpaku pada jadwal tetap, melainkan diberangkatkan saat kapasitas kursi telah terpenuhi.
“Untuk selama angkutan hari raya ini kita terapkan fleksibel. Apabila sudah keterisiannya penuh, kita langsung berangkatkan,” ujarnya.
DAMRI juga memaksimalkan layanan digital untuk memudahkan penumpang. Tiket kini dapat dipesan secara online melalui aplikasi DAMRI maupun platform perjalanan.
“Kita sudah ada online ticket melalui DAMRI Apps, terus Traveloka juga sudah ada, RedBus juga sudah ada dengan timetable dan jam-jamnya yang sudah ditentukan,” katanya.
Dari sisi keselamatan, perusahaan pelat merah ini turut melakukan ramp check armada di Terminal Cipeujang serta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian setempat.
Koordinasi ini penting untuk menyesuaikan operasional dengan kebijakan lalu lintas seperti sistem satu arah yang kerap diterapkan selama arus mudik dan balik.
“Untuk arus mudik dan arus balik, kita juga koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian setempat. Jadi kita terinfo juga terkait one way,” ujar Wendy.
DAMRI juga terlibat dalam program mudik gratis yang diselenggarakan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama Lebaran.
Meski terjadi lonjakan, DAMRI memastikan seluruh penumpang tetap dapat terlayani. Jika satu armada penuh, bus berikutnya akan langsung diberangkatkan untuk menghindari penumpukan penumpang di terminal.
Dengan strategi armada tambahan, sistem fleksibel, dan digitalisasi tiket, DAMRI berupaya menjaga layanan tetap optimal di tengah tingginya mobilitas masyarakat pada musim Lebaran tahun ini.***









Tinggalkan Balasan