
VOXPOPULI.CO.ID – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai kebijakan pemerintah melalui Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD), Minggu (28/6/2026).
Kegiatan yang digelar di BKPSDM Kabupaten Kuningan tersebut menjadi momentum penting bagi PMII untuk menyusun arah gerakan organisasi sekaligus merumuskan rekomendasi terhadap berbagai isu nasional yang berdampak langsung pada pembangunan daerah.
Mengusung tema “Membedah Isu Nasional dan Dampaknya terhadap Pembangunan Kabupaten Kuningan”, forum tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), penguatan ekonomi desa, hingga dampak kebijakan pemerintah pusat terhadap APBD dan pembangunan Kabupaten Kuningan.
Ketua PC PMII Kabupaten Kuningan, Rizal Nurfahrozy, mengatakan Rakercab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang konsolidasi kader untuk memperkuat peran PMII sebagai organisasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Rakercab ini bukan sekadar menyusun program kerja organisasi, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan arah perjuangan PMII. Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan nasional yang diterapkan di daerah mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. PMII akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial melalui kajian yang objektif, kritik yang konstruktif, dan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik,” ujar Rizal.

Menurutnya, berbagai program prioritas pemerintah harus dikawal bersama agar pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami mendukung setiap program pemerintah yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Namun dukungan tersebut harus dibarengi dengan pengawasan yang kuat. Pemerintah daerah harus mampu memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif, terbuka, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Partisipasi publik juga harus dibuka seluas-luasnya agar pembangunan berjalan secara inklusif,” lanjutnya.
Selain membahas arah program organisasi, Rakercab juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan sebagai bentuk kontribusi PMII dalam mendorong lahirnya kebijakan publik yang lebih efektif, adaptif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
PMII menilai mahasiswa memiliki peran penting sebagai agent of change yang tidak hanya mengkritisi kebijakan, tetapi juga menghadirkan solusi melalui kajian akademik dan gagasan konstruktif. Karena itu, organisasi berkomitmen terus menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah.
Melalui Rakercab dan FGD ini, PC PMII Kabupaten Kuningan kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi organisasi kader yang aktif menjaga nilai-nilai demokrasi, mengawal kebijakan publik, serta menghadirkan pemikiran progresif demi terwujudnya pembangunan Kabupaten Kuningan yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.***









Tinggalkan Balasan