
KUNINGAN, (VOX) – Kondisi Jembatan Cijemit di Kecamatan Ciniru kian mengkhawatirkan setelah diterjang debit air Sungai Cipeudak yang tinggi dan menggerus bagian struktur penyangganya. Kepala Dinas PUTR Kabupaten Kuningan, Ir. Putu Bagiasna, menegaskan bahwa jembatan yang menjadi urat nadi penghubung Desa Cijemit, Pinara, dan Gunungmanik itu kini tidak lagi aman dilalui kendaraan roda empat.
Putu menjelaskan bahwa kerusakan jembatan dipicu gerusan kuat di area bawah jembatan yang mengganggu pilar dan abutment. Karena kondisi itu, pihaknya memutuskan melakukan langkah darurat melalui skema belanja tidak terduga bersama BPBD Kuningan untuk memperbaiki abutment dan sayap jembatan di sisi selatan. Namun pekerjaan di area gerusan utama belum bisa ditangani karena tingginya curah hujan beberapa waktu terakhir.
Ia mengungkapkan bahwa penurunan sekitar 30 cm pada badan jembatan akan mendapat penanganan penuh pada tahun 2026. Dalam rencana tersebut, struktur jembatan tidak akan lagi menggunakan pilar tengah yang rentan rusak akibat debit air sungai yang tinggi. Sebagai gantinya, jembatan akan dibangun dengan sistem bentang penuh menggunakan girder sepanjang 20 meter dari sisi utara ke selatan.
PUTR Kuningan juga menetapkan pembatasan mobilitas demi keselamatan warga. Akses mobil dilarang melintas karena berisiko fatal, sementara kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintasi jembatan selama kondisi tidak hujan. Pemerintah daerah meminta masyarakat untuk sementara menghindari penggunaan jembatan itu sebagai jalur utama aktivitas.
Untuk memastikan mobilitas warga tetap berjalan, PUTR sedang menyiapkan jalur alternatif melalui jalan poros desa menuju Dusun Sukasari. Jalur sepanjang 1,4 km itu kini dalam tahap pengerasan dengan pondasi telpord sepanjang 250 meter untuk memastikan bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Putu menambahkan bahwa usia jembatan yang telah puluhan tahun membuat kebutuhan rehabilitasi total tidak bisa ditunda. Karena itu, penggantian bangunan atas Jembatan Cijemit akan diusulkan dalam anggaran 2026, sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang menjaga keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Dinas PUTR Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus mengambil langkah terbaik dalam penanganan kerusakan infrastruktur vital, memastikan aktivitas warga tetap dapat berjalan dengan aman.***











Tinggalkan Balasan