VOXPOPULI.CO.ID – Dugaan kelalaian dalam pemberangkatan jemaah umrah asal Kabupaten Kuningan mencuat setelah puluhan calon jemaah dilaporkan gagal berangkat menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (1/8/2026) malam.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Anne, anak dari salah satu jemaah, warga Kecamatan Kuningan. Ia menceritakan secara rinci kronologi yang dialami ibunya bersama rombongan sejak tiba di bandara hingga akhirnya penerbangan batal dilakukan.

Menurut Anne, rombongan telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 17.52 WIB setelah berangkat menggunakan bus dari Kuningan. Para jemaah diketahui sudah berkumpul di kantor yayasan sejak pukul 08.00 WIB dan berangkat sekitar pukul 10.00 WIB.

“Orang tua saya berangkat dari Kuningan menuju Bandara Soekarno-Hatta menggunakan bus sejak pukul 10.00 pagi, bahkan sudah berkumpul dari pukul 08.00 pagi. Sampai bandara sekitar pukul 17.52 sore. Mereka sudah sangat kelelahan,” ujar Anne kepada Voxpopuli.

Ia menyebut para jemaah hanya menerima satu kotak nasi saat tiba di bandara sebelum menunggu proses keberangkatan.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan Anne, pesawat dijadwalkan lepas landas pada pukul 21.40 WIB. Namun hingga sekitar pukul 21.00 WIB, para jemaah disebut belum mendapatkan instruksi untuk melakukan persiapan check-in.

Sekitar pukul 21.20 WIB, jemaah baru diarahkan bersiap dan menerima pembagian name tag. Saat itu, menurut Anne, rombongan umrah dari penyelenggara lain telah lebih dahulu menyelesaikan proses check-in.

Enam menit kemudian, tepatnya pukul 21.26 WIB, terdengar pengumuman panggilan terakhir (last call) dari pihak keamanan bandara. Namun, kata Anne, rombongan jemaah dari travel tersebut belum juga memasuki proses check-in.

Situasi semakin membingungkan ketika sekitar pukul 21.32 WIB, panitia penyelenggara disebut tidak dapat memberikan penjelasan yang pasti kepada keluarga maupun jemaah.

“Ketika ditanya, tidak ada yang bisa menjelaskan secara jelas. Yang disampaikan hanya bahwa visa belum keluar. Di saat yang sama kami melihat koper-koper sekitar 95 jemaah dikeluarkan kembali oleh pihak maskapai,” ungkapnya.

Menurut Anne, penanggung jawab yayasan kemudian menyampaikan bahwa jemaah tidak jadi diberangkatkan pada malam itu dan menyebut kondisi tersebut sebagai “kehendak Allah SWT”.

Anne mengaku kecewa dengan penjelasan tersebut karena dinilai tidak memberikan informasi yang jelas mengenai penyebab gagalnya keberangkatan.

“Seharusnya dijelaskan secara terbuka dan meminta maaf apabila memang ada kelalaian. Jangan langsung mengatasnamakan kehendak Allah tanpa penjelasan yang jelas,” katanya.

Setelah itu, sekitar pukul 21.58 WIB, jemaah diminta menunggu sekitar satu jam untuk memperoleh kepastian. Namun hingga larut malam, menurut Anne, belum ada kejelasan mengenai jadwal keberangkatan maupun solusi yang diberikan kepada para jemaah.

Ia juga mengaku prihatin terhadap kondisi para calon jemaah yang mayoritas merupakan lanjut usia.

“Orang-orang tua dibiarkan menunggu tanpa kejelasan. Mereka juga tidak diberikan makanan ataupun minuman selama menunggu informasi lanjutan,” ujarnya.

Anne menambahkan masih terdapat sejumlah persoalan lain yang akan disampaikannya terkait pelayanan penyelenggara perjalanan umrah tersebut, termasuk mengenai komunikasi saat dirinya mempertanyakan adanya biaya tambahan yang dibebankan kepada jemaah.

Hingga berita ini diterbitkan, Voxpopuli masih membuka keterangan terutama dari pihak penyelenggara travel umrah untuk memperoleh klarifikasi dan penjelasan resmi terkait kronologi gagalnya keberangkatan puluhan jemaah asal Kabupaten Kuningan. Berita ini akan diperbarui setelah diperoleh keterangan dari pihak terkait sesuai prinsip keberimbangan.***