
KUNINGAN,(VOX) – Kreativitas pelajar dari wilayah Ciayumajakuning mendapat panggung nyata melalui gelaran Arthestic Short Movie Festival (ASMF) 2026 yang mencapai puncaknya pada Sabtu, 28 Maret 2026 di kampus Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan. Kegiatan yang digagas Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Arthestic ini berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari peserta tingkat SMA/SMK sederajat.
ASMF merupakan festival film pendek yang diinisiasi oleh UKM Arthestic UNISA Kuningan dengan melibatkan pelajar sebagai peserta utama. Dalam pelaksanaannya, panitia menggandeng Teater Sado sebagai dewan juri serta Pixy Cosmetic Cirebon yang turut mengisi sesi beauty class.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 19 Januari 2026 melalui pembukaan pendaftaran, dan berakhir pada malam puncak sekaligus awarding pada 28 Maret 2026 di lingkungan kampus UNISA Kuningan.
Ketua pelaksana menegaskan, festival ini hadir sebagai ruang ekspresi bagi pelajar. Banyak karya kreatif yang selama ini hanya tersimpan di perangkat pribadi tanpa pernah dipublikasikan. Melalui ASMF, karya-karya tersebut didorong untuk tampil dan mendapat apresiasi yang lebih luas.
“Kami ingin karya pelajar tidak berhenti di galeri ponsel saja. Harapannya, mereka berani tampil dan terus berkarya,” ujarnya.

Festival ini mengusung dua agenda utama, yakni kompetisi film pendek dan beauty class. Pada kompetisi, peserta diminta memproduksi film berdurasi 6–10 menit dengan tema bebas namun relevan dengan kehidupan pelajar. Proses penilaian dilakukan secara profesional oleh juri berlatar belakang seni dan perfilman, dengan tahapan kurasi yang berlangsung pada 16–18 Maret 2026 sebelum pengumuman pemenang pada 24 Maret 2026.
Sementara itu, sesi beauty class yang dipandu oleh Kak Dwi Saniyya menjadi daya tarik tersendiri. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya belajar teknik rias wajah natural, tetapi juga mendapat pemahaman tentang pentingnya membangun kepercayaan diri, khususnya saat tampil di depan publik maupun kamera.
Selain dua agenda utama tersebut, panitia juga menghadirkan fasilitas pendukung seperti photobooth yang dimanfaatkan peserta untuk mengabadikan momen kebersamaan selama acara berlangsung.
Antusiasme peserta terlihat sejak tahap awal hingga acara puncak. Kehadiran pelajar dari berbagai daerah di Ciayumajakuning menunjukkan bahwa minat terhadap dunia perfilman dan industri kreatif semakin berkembang di kalangan generasi muda.
Melalui penyelenggaraan perdana yang berjalan sukses ini, UKM Arthestic berharap ASMF dapat menjadi agenda rutin tahunan. Tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana edukasi, kolaborasi, serta penguatan ekosistem industri kreatif di kalangan pelajar.
Festival ini sekaligus menjadi bukti bahwa ruang-ruang kreatif di daerah mampu melahirkan karya yang tidak kalah dengan tingkat nasional, selama mendapat wadah dan dukungan yang tepat.***









Tinggalkan Balasan