
KUNINGAN, (VOX) – Kekecewaan mendalam kembali dirasakan para PKL Kuningan setelah menyaksikan pedagang di kawasan Taman Kota bebas berjualan di zona yang seharusnya steril.
Ironisnya, para PKL yang sebelumnya dipindahkan ke lokasi resmi justru merasa “terpenjara dalam kesepian” karena sepi pengunjung. Ditambah lagi, di Pertokoan Siliwangi yang sudah dilarang parkir, aktivitas pelanggaran terjadi terang benderang bahkan sampai memakan badan jalan.
“Kalau malam minggu tidak hanya pedagang di taman kota, motor parkir menumpuk di Jalan Siliwangi untuk nonton dangdut. Itu jelas bikin kemacetan bahkan sampai ke badan jalan, tapi dibiarkan. Kenapa mereka boleh melanggar aturan tanpa ditindak?,” ungkap salah satu PKL yang enggan disebutkan namanya, Senin (13/10/2025).
Sebelumnya, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar sudah berusaha menenangkan pedagang dengan menyalurkan bantuan untuk menarik minat pengunjung ke lokasi resmi PKL. Bahkan, ia menegur Satpol PP dan Dishub Kuningan agar konsisten menindak para pelanggar.
Namun, kenyataannya, instruksi tersebut seolah hanya dianggap “angin lalu”.Situasi ini membuat para PKL semakin kehilangan harapan dan mempertanyakan keadilan penegakan aturan di Kuningan.

“Kami tidak tahu lagi harus percaya siapa. Kalau terus begini, mungkin kami pun akan kembali berjualan di pertokoan Siliwangi. Daripada terus rugi di sini,” keluh seorang pedagang lainnya.
Fenomena ini menjadi sorotan publik karena menunjukkan lemahnya pengawasan serta tidak konsistennya penertiban PKL. Jika dibiarkan, hal ini akan memperburuk citra Pemkab di muka masyarakat terutama PKL di Kawasan Kota Kuningan.***











Tinggalkan Balasan