VOXPOPULI.CO.ID Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengunjungi TKIT Al-Fattah di Kecamatan Ciawigebang, Senin (19/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam kegiatan Open House Sekolah Hasil Revitalisasi yang diselenggarakan melalui program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Dalam kunjungan itu, Bupati Dian meninjau langsung kondisi bangunan, lingkungan sekolah, serta proses pembelajaran setelah pelaksanaan program revitalisasi. Ia berharap TKIT Al-Fattah dapat menjadi contoh pengelolaan satuan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas di Kabupaten Kuningan.

Dian mengapresiasi kondisi bangunan dan lingkungan sekolah yang dinilainya representatif untuk mendukung kegiatan belajar anak usia dini. Ia juga melihat pemanfaatan teknologi digital interaktif dalam proses pembelajaran dengan pendampingan guru.

Menurutnya, revitalisasi sekolah tidak hanya berorientasi pada perbaikan bangunan fisik, tetapi juga harus mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang berkualitas.

“Menurut saya ini cukup bagus, cukup representatif. Dari bangunan juga saya kira bagus untuk menjadi percontohan. Sirkulasi udaranya baik, sehingga sekolah terasa aman dan nyaman,” ujar Dian.

Dian menegaskan, keberhasilan pendidikan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari sekolah, guru, orang tua, yayasan, hingga masyarakat.

Ia berharap sekolah dapat menjadi rumah kedua bagi anak-anak, tempat mereka memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mengembangkan karakter, kemandirian, dan kemampuan sosial.

Menurut Dian, pendidikan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. Peran keluarga tetap menjadi bagian penting dalam membentuk kecerdasan emosional, sosial, intelektual, dan spiritual anak.

Karena itu, komunikasi antara guru dan orang tua perlu dibangun secara berkelanjutan agar pembelajaran di sekolah mendapat dukungan melalui pendampingan di rumah.

“Pendidikan yang baik tidak hanya mengandalkan sekolah. Ada peran orang tua yang sangat penting, terutama dalam memberikan kasih sayang, membangun kemandirian, dan membentuk karakter anak,” tegasnya.

Selain memperhatikan kualitas pembelajaran, Bupati Dian juga mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas sekolah yang telah direvitalisasi.

Ia menilai, keberhasilan pembangunan harus diikuti dengan pemeliharaan yang konsisten agar lingkungan belajar tetap bersih, rapi, sehat, dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.

“Yang mudah itu membangun, tetapi yang agak sulit adalah merawat. Bangunan sebagus apa pun kalau tidak ada rasa memiliki, lama-lama akan rusak,” ungkapnya.

Dian optimistis, dengan dukungan seluruh pihak dan pengelolaan yang baik, TKIT Al-Fattah berpeluang menjadi salah satu percontohan pendidikan berkualitas, tidak hanya di Ciawigebang dan Kabupaten Kuningan, tetapi juga di tingkat nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Elon Carlan, menyampaikan bahwa Kabupaten Kuningan menempati posisi kedua di Jawa Barat dalam jumlah penerima program revitalisasi satuan pendidikan.

Menurut Elon, kunjungan Bupati ke TKIT Al-Fattah merupakan bagian dari pemantauan hasil pembangunan sekaligus dokumentasi melalui pembuatan video profil sekolah.

Dari 10 taman kanak-kanak yang progres pembangunannya telah mencapai 100 persen, TKIT Al-Fattah dipilih sebagai salah satu lokasi kunjungan Bupati.

Elon menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong perluasan program rehabilitasi satuan pendidikan, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Untuk 2027, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan memproyeksikan sekitar 315 satuan pendidikan pada jenjang PAUD akan mendapatkan penanganan rehabilitasi.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), penyelesaian rehabilitasi sekolah ditargetkan pada 2029. Namun, pemerintah daerah berupaya mempercepat pencapaian target tersebut menjadi 2028 melalui penguatan koordinasi dan dukungan pemerintah pusat.

“Dengan kerja sama seluruh jajaran Dinas Pendidikan, kita berupaya agar rehabilitasi sekolah bisa tuntas lebih cepat, mudah-mudahan pada 2028,” kata Elon.

Menanggapi hal tersebut, Dian menegaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menghambat pembangunan sektor pendidikan.

Ia mendorong para kepala perangkat daerah untuk aktif membangun komunikasi dan jejaring dengan kementerian serta lembaga pemerintah pusat guna membuka peluang dukungan program dan pendanaan.

Menurutnya, upaya tersebut diperlukan agar pembangunan sarana pendidikan di Kabupaten Kuningan dapat terus berjalan meskipun menghadapi keterbatasan fiskal.

Ketua Yayasan Al-Fattah, Aang Asy’ari, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, atas dukungan program revitalisasi yang diterima TKIT Al-Fattah.

Ia menjelaskan, Al-Fattah terus mengembangkan layanan pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak dan pendidikan dasar hingga pesantren anak yang menerima peserta didik dari berbagai daerah di Indonesia.

Pengembangan pendidikan tersebut diarahkan pada penguatan kemampuan bahasa asing, pendidikan agama, serta kompetensi akademik siswa.

Aang menyebutkan, lembaganya menggunakan kurikulum Cambridge untuk pembelajaran tertentu dan kurikulum bahasa Arab yang digunakan dalam jaringan Al-Azhar Indonesia.

Meski mengembangkan pembelajaran berstandar internasional, yayasan berupaya menjaga biaya pendidikan agar tetap terjangkau bagi masyarakat, termasuk kalangan menengah.

Selain itu, Al-Fattah merencanakan pembukaan jenjang sekolah menengah pertama (SMP) pada tahun ajaran 2028/2029. Rencana tersebut diharapkan dapat memberikan kesinambungan pendidikan bagi lulusan jenjang sebelumnya.

Yayasan juga terus mendorong prestasi peserta didik, khususnya dalam bidang matematika, bahasa asing, dan pendidikan agama.

Aang berharap dukungan serta pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Kuningan dapat terus berlanjut sehingga lembaganya mampu berkontribusi lebih besar dalam pengembangan ekosistem pendidikan daerah.

“Kami persembahkan semua ini untuk Kuningan. Kami ingin mendukung terbangunnya ekosistem Kabupaten Kuningan sebagai kota pendidikan,” ujarnya.

Menutup kunjungannya, Bupati Dian mengajak seluruh pengelola lembaga pendidikan dan jajaran pemerintah daerah untuk menjalankan tanggung jawab dengan penuh keikhlasan dan komitmen.

Ia menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan upaya jangka panjang yang manfaatnya tidak selalu dirasakan secara langsung, tetapi akan menentukan kualitas generasi mendatang.

Melalui program revitalisasi sekolah, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap semakin banyak satuan pendidikan memiliki fasilitas yang aman, nyaman, sehat, dan mendukung proses pembelajaran.

Upaya tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia sekaligus mendukung terwujudnya visi Kuningan Melesat.

(UGI)