KUNINGAN, (VOX) – Peristiwa pilu kembali terjadi di Kabupaten Kuningan. Seorang anak berusia 7 tahun berinisial MAF dilaporkan hanyut terseret arus deras saluran air di Perumahan Alam Asri, Desa Kasturi, Kabupaten Kuningan, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada siang hari.

Kejadian bermula sekitar pukul 13.00 WIB ketika korban bermain bola bersama tiga temannya di depan Masjid Al Ashri Perumahan Alam Asri. Saat hujan turun cukup lebat, bola yang mereka mainkan masuk ke saluran air di depan masjid. Berdasarkan keterangan saksi, korban berinisiatif mengambil bola tersebut, namun arus air yang deras justru menyeret tubuh korban hingga masuk ke saluran air besar atau gorong gorong.

Peristiwa ini diceritakan oleh Jaja, petugas keamanan Perumahan Alam Asri, berdasarkan keterangan teman teman korban yang ikut bermain saat kejadian. Jaja mengaku pertama kali mendapat informasi dari Riza, seorang pegawai RSUD 45 Kuningan, yang saat itu sedang memarkirkan kendaraannya di sekitar lokasi.

“Setelah diberitahu, kami langsung berusaha mencari ke dalam gorong gorong perumahan dan segera melaporkan kejadian ini ke BPBD,” ujar Jaja, Kamis (18/12).

Upaya pencarian kemudian dilakukan oleh tim gabungan BPBD Kuningan bersama aparat dan warga sekitar. Pencarian berlangsung menyusuri aliran saluran air hingga akhirnya korban ditemukan di wilayah Jalan Lingkar Timur Kuningan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menyampaikan bahwa korban ditemukan oleh petugas BPBD bernama Ryan sekitar pukul 16.00 WIB. Saat ditemukan, kondisi korban menunjukkan banyak luka di sekujur tubuh akibat derasnya arus air.

“Korban terseret arus sejauh kurang lebih enam kilometer hanya dalam waktu sekitar dua jam. Luka luka yang ditemukan disebabkan benturan dengan material di saluran air,” kata Indra Bayu Permana.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengawasi anak anak yang beraktivitas di sekitar saluran air dan sungai, terlebih di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan yang tinggi.

“Kami mohon kepada seluruh orang tua agar lebih menjaga buah hatinya. Baru kemarin kejadian pada anak SMP, sekarang kembali terjadi pada anak usia sekolah dasar,” ujarnya.

Setelah proses evakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Jalan Kemiri, Perumahan Alam Asri, untuk segera dimandikan dan dimakamkan. Diketahui, ayah korban merupakan seorang penyuluh keagamaan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Kuningan.

Redaksi Voxpopuli menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga almarhum diterima iman dan Islamnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.***